pegiat literasi, kuda pustaka purbalingga (liputan6)

Saat Pegiat Literasi Kuda Pustaka Diundang Jokowi ke Istana Negara

INSPIRADATA. Pegiat literasi ‘Kuda Pustaka’ Ridwan Sururi diundang Presiden Joko Widodo ke Istana Negara, dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).

Ridwan yang berasal dari Desa Serang di kaki Gunung Slamet, Purbalingga, Jawa Tengah, menjadi tamu kehormatan Jokowi.

Ridwan bersama 36 pegiat pustaka dari berbagai daerah diterima secara pribadi oleh Presiden di Istana Negara,kemarin (03/05/2017). Undangan ini merupakan wujud penghargaan atas pengorbanan serta pengabdian para pustakawan dalam mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Undangan ini merupakan sesuatu yang luar biasa bagi saya, karena sebagai tukang pencari rumput seperti saya bisa menghadap Bapak Presiden,” kata Ridwan usai pertemuan, Rabu (03/04/2017).

Ridwan menjelaskan Jokowi akan memberikan bantuan 10 ribu buku tiap tahunnya, kepada pustakawan di berbagai pelosok negeri. Untuk mengatasi keluhan para donatur buku mengenai mahalnya ongkos kirim, Presiden juga menjanjikan jasa pengiriman gratis.

“Perhatian pemerintah yang begitu besar kepada kami selaku pegiat literasi menjadi penyemangat untuk terus mengembangkan perpustakaan sebagai jendelanya dunia,” kata dia.

Seperti Mimpi

Seperti dilansir Liputan6, sebelum ke Istana Negara, Ridwan masih sibuk melayani pengunjung yang menyewa kuda-kudanya.

“Saya seperti mimpi diundang ke Istana dan bertemu Presiden,” ungkap Ridwan Sururi, waktu itu.

Kiprah Ridwan Sururi dalam membudayakan minat baca terbilang unik, terutama saat menarik perhatian masyarakat. Ia berkeliling menunggangi kuda kesayanganya, Luna dan Germanis, ke desa-desa yang ada di kaki Gunung Slamet.

Selain itu, semangat dan keuletan Ridwan juga sudah terekspose di berbagai media, baik cetak maun daring. Bahkan hingga media asing seperti BBC London, Reuters, serta Al Jazeera.

Sehari-hari, Ridwan Sururi mencari nafkah dengan menyewakan kudanya sebagai tunggangan di kawasan wisata Lembah Asri, Desa Serang, Purbalingga, Jawa Tengah. []


Artikel Terkait :

About Al Mutafa-il

Bangkit, bangun, bergerak dan kembali bersinar

Check Also

fungsi pangkal tusuk gigi

Di Balik Populernya Tusuk Gigi di Dunia, Ini Sejarahnya

Sekitar tahun 1870, ia mampu memproduksi jutaan tusuk gigi kayu dalam satu hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *