Saat Penuntut Ilmu Sudah Tak Lillah

0

Ilmu syari’at dan turunannya, merupakan bekal ibadah kita kepada Allah. Ilmu yang menjadi penuntun kita menjalankan ritual-ritual pengabdian kepada Yang Mahakuasa.

Menuntut ilmu tersebut memerlukan kesucian. Harus selalu menyertai dalam proses. Baik sebelum menuntutnya maupun sesudah hingga menyebarkannya.

BACA JUGA: Ilmuwan Muslim Pencetus Konsep Batas Wilayah Negara

Pada dasarnya, menuntut ilmu syari’at, serta menyebarkan dan mengajarkannya pun adalah ibadah. Rasulullah saw bersabda,

Sesungguhnya Allah, Malaikat, penduduk langit dan bumi, bahkan hingga semut dalam lubangnya serta ikan di lautan, seluruhnya mendoakan orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.” (HR. Tirmidzi, hasan shahih)

Pada akhir zaman kelak, akan muncul sekelompok orang yang mempelajari ilmu al-Qur’an, sunnah, fikih dan ilmu syar’at lainnya bukan karena Allah. Namun, mereka hanya mengharapkan kepopuleran atau niat-niat hingga orientasi yang fana’ lainnya.

BACA JUGA: Sombong atas Ilmu, Harta, dan Kekuasaan

Hal tersebut telah ditenggarai oleh sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah saw bersabda, “Apabila harta rampasan perang (fa’i) hanya dibagikan di kalangan orang-orang kaya dan apabila seseorang menuntut ilmu bukan karena agama.” (HR. Tirmidzi, dha’if) []

SUMBER: KIAMAT SUDAH DEKAT? | DR. MUHAMMAD AL-‘ARIEFI

Artikel Terkait :

Kamu Sedang Offline