Foto: bhmpics.com

Saat Setan Menjadi Kawan Orang yang Tergesa-gesa

Foto: bhmpics.com

Terburu-buru itu tidak baik, kelihatannya kita mengerjakan aktivitas dengan lebih cepat. Tetapi apa yang terjadi? Kita justru melakukan banyak sekali kesalahan dan keteledoran yang sebenarnya tidak perlu terjadi.

Ibu Abbas radhiallahu’anhu meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda pada Asyaj Abdul Qois, “Sesungguhnya dalam dirimu terdapat dua sifat yang dicintai Allah, yaitu sabar dan tidak tergesa-gesa.” (HR. Bukhori).

Di lain waktu sahabat Anas radhiallahu’anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Sifat perlahan-lahan (sabar) berasal dari Allah. Sedangkan sifat ingin tergesa-gesa itu berasal dari setan.” (HR. Baihaqi).

Tergesa-gesa pernah disebut berasal dari setan. Banyak kecelakaan menimpa seseorang karena tergesa di jalanraya. Banyk masalah yang kemudian muncul karena tidak adanya kesabaran dan kehati-hatian.

Tidak jarang orang kehilangan seseuatu amat berharga karena bersikap terburu-buru. Akhirnya penyesalan pun hadir di kemudian hari.

Samakah terburu-buru dengan menyegerakan suatu urusan? Tentu saja berbeda. Perbedaanya terletak pada kecermatan, kehati-hatian, dan kesabaran dalam melakukan aktivitas tersebut.

Menyegerakan menikah dengan terburu-buru menikah tent saja beda. Kalau menyegerakan menikah, dia mempersiapkan diri sesegera mungkin agar bisa menikah sesegera mungkin. Sementara kalau buru-buru, yang penting cepet nikah. Padahal dia belum mempersiapkan bekal yang dibutuhkan dalam pernikahan.

Bahkan ada ibadah-ibadah yang selayaknya kita segerakan pelaksanannya. Misalnya segera mengurus jenazah, segera menikahkan anak bila telah baligh dan datang jodohnya, segera membayar hitang jika sudah mampu, dan segera bertaubat setelah berbuat doa.

Termasuk manakah kita? Orang yang tergesa-gesa ataukah orang yang penuh kesabaran dalam kehati-hatian? []

Sumber: Buku Time, Karya Ahmad Rifai Rifan/SatuMedia


Artikel Terkait :

About Saefullah DS

Check Also

Ka’bah Selalu Dijaga, Mengapa di Akhir Zaman Bisa Dihancurkan?

Bagaimana mungkin Ka’bah bisa dihancurkan sedang Allah telah menjadikan Mekkah sebagai Tanah Suci yang aman?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *