Unik, Informatif , Inspiratif

Sabar, Tidak untuk 3 Perkara Ini

0 495

Pekerjaan yang dilakukan dengan tergesa-gesa pasti berakhir dengan tidak baik. Misalnya saat membangun rumah. Kalau semestinya dikerjakan tiga bulan, harus selesai satu bulan tanpa ditambah pekerjanya, pasti hasilnya bisa dibayangkan. Berantakan.

Belajar menghadapi ujian. Ujiannya besok hari, padahal materi ujian banak sekali yang belum dibaca. Dalam satu malam mana bisa semuanya masuk ke otak. Kalaupun ada sedikit yang dibaca bisa-bisa saat ujian lupa semua karena belajarnya tergesa-gesa.

BACA JUGA: Sabar, Ujian dari Allah Adalah Penghapus Dosa

Namun sekurang-kurangnya ada tiga hal, di mana tergesa-gesa itu justru malah baik. Kadang manusia tidak menganggap tiga hal ini penting sehingga malah menunda-nundanya. Ketiga hal tersebut adalah shalat, mengurus jenazah dan tobat.

Apabila azan sudah berkumandang, segeralah mengerjakan shalat. Jangan ditunda-tunda. Memang ada hadits yang melarang kita untuk tergesa-gesa dalam shalat sehingga tidak tuma’ninah. Rasulullah SAW menganggap orang yang seperti ini belum shalat sehingga harus mengulang kembali. Atau dalam menuju masjid untuk mengejar shalat jamaah kita berlari-lari, tergesa-gesa. Ini juga tidak baik. Jadi maksudnya menyegerakan shalat juga bukan “grusak-grusuk” alias seperti orang yang kebakaran jenggot. Segerakan shalat maksudnya adalah jika datang waktu shalat, tinggalkan semua aktivitas. Ambil air wudhu dan tunaikan shalat tepat waktu.

Agama Islam paling berbeda dalam pengurusan jenazah. Terhadap jenazah, agama atau kepercayaan lain biasanya justru berlama-lama dalam menguburkannya. Islam mensyariatkan bahwa apabila seorang muslim meninggal, segeralah diurus. Dimandikanlah, dikafani, dishalatkan, dan dikuburkan. Sesegera mungkin. Bila meninggal di pagi hari, sebaiknya sore sudah dikuburkan. Apabila meninggal di sore hari, pagi berikutnya sebaiknya sudah dikuburkan.

BACA JUGA: Inilah Cara Taubat bagi Remaja yang Berzina

Sering keluarga harus menunggu beberapa anak atau saudara yang belum datang dari luar kota sehingga jenazah diundur untuk dikuburkan. Hal semacam ini tentu kurang baik. Sebab yang belum pasti mengalahkan yang sudah pasti. Artinya sanak saudara yang datang tersebut belum pasti. Bisa satu jam, dua jam atau lebih karena masalah transportasi. Apalagi jika harus naik pesawat yang keberangkatannya sering delay (ditunda). Sementara jenazah yang telah terbujur di depan mereka sudah pasti meninggalnya.

Orang yang meninggal sendiri sebetulnya sudah dalam urusannya sendiri. Tidak bersegera dalam menguburkan jenazah tidak ada urusannya dengan perjalanan rohnya. Ia akan berimplikasi kepada yang masih hidup. Orang yang berlama-lama dalam mengurus jenazah termasuk sedang melakukan dosa.

Terakhir, dan ini cukup penting, jika kita khilaf mengerjakan perbuatan dosa segeralah bertobat. Tidak ada kata santai jika kita tengah membuat Allah SWT marah. Kita pun sebagai manusia kalau telah membuat marah atasan kita, buru-buru kita datang ke ruang kerjanya untuk minta maaf. Kita jelaskan bahwa kesalahan yang kita lakukan bukan suatu kesengajaan.

Begitulah seharusnya jika kita bersalah kepada Allah SWT, harus buru-buru untuk minta maaf atas segala kekhilafan kita. []

Sumber: Hikmah dari Langit/Ust. Yusuf Mansur & Budi Handrianto/Penerbit: Pena Pundi Aksara/2007

Artikel Terkait :

loading...

Kamu Sedang Offline