Saking Besarnya Pohon Surga Ini, Naungannya Baru Bisa Dilalui Selama Seratus Tahun dengan Berkendara

0

Mengenai surga, Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam telah menceritakan bahwa di dalamnya terdapat berbagai kenikmatan dan keindahan yang tiada taranya. Termasuk di antara keindahan surga adalah pohon, buah, dan taman-taman surga yang menakjubkan dan tak pernah terpintas dalam benak manusia.

Dalam suatu riwayat, Rasulullah pernah mengabarkan bahwa di surga ada pohon yang luar biasa besar dan tidak ada yang bisa menaksir besarnya selain Allah subhanahu wa ta’ala Penciptanya.

Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam menjelaskan besarnya pohon itu dengan mengatakan bahwa pengendara kuda yang cepat dan disiapkan untuk pacuan akan memerlukan waktu seratus tahun untuk melewati pohon tersebut, dengan berlari secepat-cepatnya.

BACA JUGA: Harumnya Semerbak Aroma Surga

Dalam Shahîh Bukhari-Muslim diriwayatkan dari Abu Sa’id al-Khudri r.a. bahwa beliau bersabda,

إِنَّ فِى الْجَنَّةِ لَشَجَرَةً يَسِيْرُ الرَّاكِبُ الْجَوَادُ الْمِضْمَرُ السَّرِيْعُ مِائَةَ عَامٍ وَمَا يَقْطَعُهَا

Sesungguhnya, di surga itu ada sebuah pohon yang belum dapat dilewati oleh penunggang kuda yang bagus dan cepat sekalipun selama seratus tahun.” (Muttafaq ‘Alaih)

Dalam Shahîh Bukhari dari Abu Hurairah r.a., dari Nabi shalallahu alaihi wa sallam, beliau bersabda,

إِنَّ فِى الْجَنَّةِ لَشَجَرَةً يَسِيْرُ الرَّاكِبُ فِى ظِلِّهَا مِائَةَ سَنَةٍ، وَاقْرَؤُوْا إِنْ شِئْتُمْ: وَظِلٍّ مَّمْدُوْدٍ

Sesungguhnya, di surga itu terdapat satu pohon yang dilalui oleh pengendara (kuda) di bawah naungannya selama seratus tahun. Jika engkau menghendaki, bacalah: ‘Dan naungan yang terbentang luas’.” (QS. Al-Wâqi’ah: 30) (HR. Bukhari)

BACA JUGA: Gambaran Pohon dan Buah-Buah Surga yang Tiada Tara

Diriwayatkan pula oleh Muslim dari Abu Hurairah dan Sahl ibn Sa’d, dari Rasulullah, beliau bersabda,

إِنَّ فِى الْجَنَّةِ لَشَجَرَةً يَسِيْرُ الرَّاكِبُ فِى ظِلِّهَا مِائَةَ سَنَةٍ لَايَقْطَعُهَا

Sesungguhnya, di surga itu terdapat satu pohon yang belum dapat dilalui oleh penunggang kuda yang berjalan di bawahnya selama seratus tahun.” (HR. Muslim)

Wallahu a’lam bishawab. []

 

Sumber: Surga dan Neraka | Karya: Dr. Umar Sulaiman al-Asyqar

Kamu Sedang Offline