Unik, Informatif , Inspiratif

Sakit Perut, Sehat Atau Penyakit?

0

Saat seseorang mengalami sakit perut setelah makan, pasti akan mengira jika makannya yang salah. Tapi, salah satu kemungkinannya ialah makan terlalu banyak.

Biasanya, makanan yang bersifat pedas memang bisa memberikan efek nyeri pada perut. Secara cepat setelah dikonsumsi.

Sakit perut setelah makan juga bisa menjadi penanda adanya gangguan pada organ-organ di dalam tubuh. Khususnya yang berkaitan dengan saluran pencernaan.

BACA JUGA: Ketika Nabi Musa Sakit Gigi

Seperti yang dilansir Hellosehat, berikut adalah beberapa penyebab munculnya sakit perut setelah kita makan.

1. Dispepsia

Menurut American Gastroenterological Association, satu dari empat orang di dunia ini mengalami dispepsia.

Dispepsia merupakan kumpulan gejala yang muncul dan dapat menimbulkan ketidaknyaman pada perut bagian atas. Dirasakan pada saat makan atau setelah makan meskipun ketidaknyamanan sudah mulai bisa terasa sejak sebelum makan.

Menjelang waktu makan, lambung akan menghasilkan asam. Pada kondisi tertentu jumlah asam yang diproduksi oleh lambung bisa meningkat.

Sehingga menyebabkan iritasi pada dinding permukaan lambung, bahkan keluhan dapat terasa hingga kerongkongan. Keluhan nyeri pada lambung inilah yang sering membuat dispepsia dikenal juga sebagai keluhan nyeri lambung atau sakit maag.

2. Refluks asam lambung atau GERD

Refluks asam lambung adalah kondisi naiknya cairan asam lambung ke atas kerongkongan. Ditandai nyeri uluii hati dan sensasi terbakar di tenggorokan.

Jika refluks asam lambung berlangsung lama, ini menjadi kondisi kronis yang disebut gastroesophageal reflux disease (GERD)

Penyakit ini terjadi pada orang yang suka makanan pedas dan berlemak.

Penderita akan merasakan nyeri ulu hati atau sensasi perih terbakar di dada dan perut menjadi terasa tidak enak.

3. Irritable bowel Syndrome

Irritable bowel syndrome (IBS) adalah salah satu jenis gangguan pada sistem pencernaan.

Penyakit kronis ini akan menyerang usus besar dan bisa jadi akan hilang timbul selama bertahun-tahun atau bahkan seumur hidup.

Menurut dr. Ashkan Farhadi, seorang pakar gastroenterologi di Memorial Care Orange Coast Medical Center di Fountain Valley, Amerika Serikat (AS) irritable bowel syndrome atau biasa disingkat IBS bisa menjadi penyebab sakit perut setelah makan.

Tingkat keparahan gejala yang dialami pasien umumnya tidak parah. Namun tetap harus diwaspadai.

Jika mengalami penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, perdarahan pada anus (dubur), atau sakit perut yang terasa pada malam hari dan bertambah parah. Segera periksakan ke dokter.

4. Penyakit Celiac

Penyakit Celiac adalah kondisi di mana pencernaan seseorang mengalami reaksi negatif saat mengonsumsi gluten.

Gluten sendiri adalah protein yang bisa ditemukan pada beberapa jenis sereal seperti gandum, jelai (barley), dan gandum hitam. Beberapa makanan yang mengandung sereal tersebut adalah pasta, kue, sereal sarapan, saus atau kecap tertentu, sebagian besar roti, dan beberapa jenis makanan siap saji.

Celiac bukanlah alergi atau intoleransi tubuh terhadap gluten. Penyakit ini merupakan kondisi autoimun di mana tubuh salah mengenali senyawa yang terkandung di dalam gluten (yang sebenarnya tidak berbahaya) sebagai ancaman bagi tubuh.

Maka sistem kekebalan tubuh menyerangnya dan akhirnya mengenai jaringan tubuh yang sehat.

BACA JUGA: 4 Faktor Penyebab Wanita Lebih Rentan Derita Sakit Ginjal daripada Pria

Jika sistem kekebalan tubuh terus-menerus menyerang jaringan tubuh yang sehat, maka bisa menimbulkan peradangan yang merusak dinding usus. Ini mengganggu proses penyerapan nutrisi dari makanan.

Pengobatan untuk penyakit perut ini snagat beragam, tergantung pada apa yang menyebabkannya dan seberapa parah gejala yang dirasakan.

Kebanyakan orang mampu mengatasi maupun mencegah gangguan pencernaan mereka dengan membuat perubahan pola makan dan gaya hidup yang lebih baik. []


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.