Unik, Informatif , Inspiratif

Sambut Tahun Baru Islam, Ini 6 Pesan Imam Besar Masjid Istiqlal

0 1

Dalam menyambut tahun baru Islam 1440 H, Imam Besar Masjid Istiqlal Prof. Nasaruddin Umar memberikan beberapa pesan bagi masyarakat Muslim di Indonesia.

BACA JUGA: Kenapa Disebut Muharram?

Ada beberapa hal yang menjadi perhatian Prof. Nasaruddin:

Pertama, momentum introspeksi diri

ia ingin umat melihat tahun baru Islam ini sebagai momentum untuk melakukan introspeksi atas apa saja yang sudah dilakukan satu tahun belakangan.

“Kita harus berani menggunting dosa-dosa langganan kita yang selama ini sulit kita hentikan. Kita harus melihat tahun baru ini sebagai momentum introspeksi diri,” ujarnya, Ahad (09/09/2018).

Kedua perencanaan hidup yang jelas

Ia mengajak umat untuk membuat sebuah perencanaan hidup yang lebih jelas, progresif, dan profesional.

“Dalam rangka menghadapi era persaingan semakin ketat, umat harus memiliki sikap profesionalitas. Tanpa profesionalistas, umat Islam semakin tertinggal dari persaingan yang ada,” sambungnya.

Ketiga, dia mengimbau pula agar selalu berhati-hati dan waspada. Jangan sampai umat jatuh pada lubang atau kesalahan yang sama.

“Kelemahan kita sebagai umat adalah kita tidak belajar dari masa lalu. Kita harus berani berfikir lain dalam menyiapkan masa depan yang lebih baik demi umat,” lanjutnya.

Keempat tidak konsumtif

Pihaknya mengingatkan agar umat Muslim Indonesia untuk tidak menjadi seseorang yang konsumtif. Sebagai mayoritas penduduk Indonesia, umat harus menjadi lebih produktif. Ini berguna untuk menyiapkan pribadi yang lebih mandiri.

Kelima membuat perubahan dari pribadi dan keluarga

adalah umat harus berani memulai sebuah perubahan dari diri sendiri dan keluarga. Jika diri sendiri dan keluarga sudah solid dan konsisten, maka ini bisa menjadi kontribusi terbaik bagi masyarakat dan bangsa.

Keenam memakmurkan masjid

Terakhir, ia mengajak masyarakat untuk memakmurkan masjid. Sudah saatnya umat Islam membangun peradaban dunia Islam modern di masjid-masjid yang tersebar dan berada dekat dengan masyarakat.

Dia menilai yang terjadi selama ini adalah umat selalu memberdayakan masjid. Hal ini sudah waktunya untuk diubah.

“Selama ini kita melihat banyak meminta sumbangan untuk masjid, ini contoh kita memberdayakan masjid. Nah ini harus kita balik,” katanya.

Ia mencontohkan masjid Nabi Muhammad SAW adalah bukti nyata masjid menjadi bengkel umat.

BACA JUGA: Muharram adalah Bulan Haram, Haram untuk Apa?

“Mari kita ciptakan masjid seperti itu. Bayangkan jika umat belanja di masjid, di toko-toko yang ada di sana. Dijamin akan menambah pahala, halal, dan tentu keuntungan atau ekonomi berputar di umat,” tandasnya.

Sebelumnya, Komunitas Falakiyah dan Sains Jakarta Islamic Centre (KFS-JIC) telah menetapkan Tahun Baru 1 Muharram 1440 H jatuh pada Selasa (11/09/2018). []

SUMBER: REPUBLIKA

Artikel Terkait :

loading...

Kamu Sedang Offline