Unik, Informatif , Inspiratif

Sampah Plastik Indonesia Sudah Mengkhawatirkan

0 12

Indonesia merupakan negara dengan garis pantai terpanjang di dunia. Keadaan ini bisa menjadi anugerah, tapi bisa juga menjadi masalah. Karena, saat ini, pantai merupakanbisa menjadi penyumbang sampah plastik yang cukup banyak.

Indonesia menempati peringkat ke-145 dalam hal kondisi perairan dan laut. Data ini berdasarkan data dari Ocean Health Index.

Di urutan pertama adalah Georgia Selatan dan Kepulauan Sandwich Selatan dengan nilai 92 persen pada 2017, saat rata-rata dunia mendapat nilai 70 persen. Indonesia sendiri hanya mendapatkan nilai 64 persen.

BACA JUGA:Air Laut Berbahaya Jika Diminum

Bahkan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengungkapkan, s bahwa Indonesia menjadi penyumbang sampah plastik terbesar kedua di dunia yang dibuang ke laut. Ia menjelaskan Kementerian Kelautan dan Perikanan pun berkomitmen mengurangi 70 persen sampah plastik di lautan pada 2025.

8juta metrik ton, volume sampah dunia

Berdasarkan data dari Departemen Perdagangan Amerika tahun 1999, sampah laut terdiri dari 80 persen sampah yang berasal dari manusia, dan sisanya 20 persen sampah berasal dari proses alam.
Ocean Concervancy’s Trash Free Seas Alliance memperkirakan terdapat 8 juta metrik ton sampah memenuhi lautan dunia.

Kondisi Sampah Plastik Indonesia

Bibir pantai di Desa Dadap, Indramayu, Jawa Barat merupakan salah satu pantai yang tercemar sampah plastik. Di lokasi tersebut tumpukan sampah plastik dari sedotan, kemasan makanan ringan dan berbagai macam sampah nonorganik.

Selain di Jawa Barat sampah plastik juga sudah lama terlihat di Cilincing, Jakarta Utara. Di Cilincing sampah plastik terlihat memenuhi tepian pantai. Selain bau yang tak sedap sampah ini juga menjadi salah satu sumber penyakit yang bisa saja menyerang masyarakat di sekitar lokasi tersebut.

Atas fenomena sampah plasti itu, Penemuan bangkai seekor paus sperma (Physeter macrocephalus) di Pulau Kapota, Wakatobi, pada Minggu (18/11), seolah menjadi bumerang yang menakutkan. Paus sperma ditemukan dengan perut yang mulai membusuk. Di dalam perut itu ditemukan 5,9 kilogram sampah plastik.

Salah satu peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengatakan hal ini harus menjadi pengingat bagi kita atas kondisi Indonesia yang sudah darurat sampah plastik.

Muhammad Reza Cordova, penelitian pencemaran laut LIPI, mengatakan kemungkinan besar paus di Wakatobi itu mati akibat sampah plastik di perutnya.

Reza menambahkan bahwa jumlah sampah plastik di lautan Indonesia memang sudah dalam tingkat tinggi dan berbahaya. Angka membahayakan itu berdasarkan riset yang sedang ia lakukan.

BACA JUGA: Mencengangkan, Dunia Kehilangan 2/3 hewan liar Pada Tahun 2020

Berdasarkan data yang Reza pelajari, ada sekitar 100 hingga 200 ribu ton sampah plastik per tahunnya yang masuk ke lautan Indonesia. Oleh karena itu, ia menyarankan agar kita menghindari penggunaan plastik sekali pakai, baik jenis kantong plastik atau sedotan.

Selain paus masih banyak lagi hewan yang terkena dampak dari pencemaran sampah plastik. Salah satunya adalah seekor buaya di Palu Sulawesi Tengah. Sudah bertahun-tahun buaya tersebut terjerat ban bekas di lehernya. Buaya tersebut menjadi korban dari sampah yang dibuang secara sembarangan. []

SUMBER: KUMPARAN

Artikel Terkait :

loading...

Kamu Sedang Offline