Gadis Militer Pertama yang Kenakan Hijab di Inggris

Sana Hamze, Gadis Militer Pertama yang Kenakan Hijab di Inggris

 

hamzeINSPIRADATA. Sepanjang sejarah 200 tahun Norwich, belum ada gadis militer yang mengenakan hijab dalam tugasnya. Kini, Sana Hamze telah memulai semua itu dengan cara mengajukan keinginannya menggunakan hijab saat bertugas kepada presiden Norwich.

Ia mengatakan sejak ia mengenakan hijab di kampus, ia merasa sama dengan mahasiswa perguruan tinggi militer lainnya.

Menjadi seorang mahasiswa perguruan tinggi militer di Norwich University tidak mudah. Meskipun memiliki aturan yang ketat, Hamze bertekad melakukan semuanya dengan baik. Tindakan Hamze ini membuat mahasiswa baru dari Florida meminta perguruan tinggi militer tertua swasta di Amerika Serikat untuk mengubah kebijakan seragam.

“Saya mendaftar di perguruan tinggi Norwich dan Florida di waktu yang sama, hingga saya diterima keduanya pada tahun lalu. Kemudian saya mengirim surat kedua perguruan tinggi tersebut, agar mengizinkan saya memakai hijab,” ujar Hamze.

Namun, perguruan tinggi yang berada di Florida menolak permintaan itu dengan alasan, takut mengganggu keseragaman perguruan tinggi militer.

Berbeda halnya dengan perguruan tinggi di Norwich, setelah hampir 200 tahun memiliki satu kebijakan, presiden Norwich mengatakan akan memfasilitasi kebutuhan beribadah pelajar seperti menggunakan Hijab.

“Perubahan dan budaya tidak habis dimakan zaman, dan saya tidak melihat ada masalah dengan ini semua,” kata Presiden Richard Schneider, Norwich University.

Hamze mengatakan dia diperlakukan seperti setiap pelajar militer yang lain.

“Orang-orang telah memperhatikan saya dan menilai apa yang saya lakukan sangat keren. Mereka berpendapat jika apa yang saya lakukan ini telah membuka pikiran semua orang,” tambah Hamze.
Dilansir UK. Muslim, sebagai seorang wanita Muslim pertama yang mengenakan hijabitu dengan seragamnya, ia berharap bisa mengubah persepsi orang tentang apa artinya menjadi Muslim di Amerika. Diketahui kedua orangtua Hamze lahir di Norwich, sedangkan ia lahir di Amerika.

“Ketika banyak politisi yang mengatakan bahwa Muslim itu menyakiti dan membunuh sekelompok orang, itu semua sama sekali tidak benar. Itu bukan Muslim,” kata Hamze.

Dia juga berharap mendorong wanita Muslim lain untuk mengikuti jejaknya dan datang ke Norwich.

“Saya pikir, kita jadi bisa menarik lebih banyak orangs ke Norwich agar Universitas menjadi lebih beragam,” ujar Schneider.

“Sejak lama saya ingin bergabung dengan akademi militer dan saya sudah lama ingin melayani negara saya,” kata Hamze. []


Artikel Terkait :

About Tia Apriati Wahyuni

Check Also

Jangan Langsung Minum Air Dingin ketika Berbuka Puasa! Ini Akibatnya!

Langsung minum air es saat berbuka puasa ternyata tak baik bagi tubuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *