Sang Profesor Sedih saat Asrama Dirobohkan

0

Di Universitas tua itu, ada bangunan berusia se-abad yang digunakan sebagai asrama mahasiswa dan ruang belajar umum. Sayang, akan dibongkar.

BACA JUGA: Profesor Sinis dan Pelaut Tua Lugu

Ketika bangunan mulai diledakkan, orang-orang merasakan kecemasan dan kesedihan. Salah satu yang merasa kehilangan adalah profesor tua, ia merasa kehilangan rumah perjuangannya dahulu, semasa mahasiswa ia hanya menatap sambil berdiri tak jauh dari puing-puing bangunan itu.

“Ini pasti sulit untuk dilihat bagimu tuan,” kata dosen muda di samping sang profesor, “Tradisi terkait dengan gedung itu, kenangan semua mahasiswa dan dosen yang tinggal dan belajar di sana. Saya tidak bisa membayangkan betapa sulitnya hal ini bagi Anda.”

BACA JUGA: Saat Profesor Fisika Atheis Bertanya Tentang Allah

“Ini lebih buruk dari itu,” jawab si Profesor. “Saya pikir, saya meninggalkan handphone di sana.” []

SUMBER: KETAWA

Artikel Terkait :

Kamu Sedang Offline