Foto: The Telegraph

Satu Jam Galang Dana Korban Teror London, Muslim Inggris Kumpulkan Rp 50 Juta

Foto: The Telegraph

Umat Muslim Inggris menggalang dana untuk meringankan beban keluarga korban teror yang terjadi di depan parlemen Inggris. Nantinya, dana yang terkumpul langsung digunakan untuk membantu keluarga korban aksi teror Westminster tersebut.

Penggalangan dana oleh Muslim Inggris ini dilakukan secara online dengan laman Muslims United for London. Dalam waktu satu jam saja, penggalangan dana itu mendapatkan sebesar 3.000 poundsterling atau sekitar Rp 50 juta, Rabu (22/3/17).

Pemberian dana akan memperhatikan juga antara korban tewas dan korban terluka. Salah satu korban tewas adalah petugas polisi yang menjaga gedung parlemen Keith Palmer (48) dan Aysha Frade, warga Spanyol yang bekerja sebagai guru di DLD College London.

“Komunitas Muslim Inggris berdiri bersama warga lainnya dalam masa sulit ini dan menggalang dana untuk memberikan bantuan jangka pendek dan segera bagi keluarga Keith Palmer dan keluarga korban lainnya,” demikian pernyataan Muslims United for London.

“Uang sebanyak apapun memang tak bisa mengembalikan nyawa yang hilang atau mengobati sakit yang dialami keluarga korban, kami hanya berharap bisa ikut sedikit meringankan beban mereka,” lanjut kelompok itu.

Salah satu penggalang dana teror London tersebut, Muldasar Ahmed mengatakan, dia melihat kondisi pasca-serangan itu dari jendela kantornya.

“Saya sedang rapat dan tiba-tiba mendengar orang-orang berteriak. Kami melihat dari jendela dan kami menyaksikan sebuah horor,” ujar Ahmed kepata ITV, Kamis (23/3/2017).

“Situasinya sangat mengejutkan. Hal-hal semacam ini pernah kami dengar tapi tak pernah kami berpikir akan mengalaminya,” tambah Ahmed.

Kampanye penggalangan dana teror London ini muncul ketika Mohammed Shafiq, pemimpin Ramadhan Foundation, menyerukan agar pengamanan di luar berbagai masjid di Inggris ditingkatkan.

“Teroris ingin memecah belah masyarakat, kelompok kanan melakukan pekerjaan para teroris ini dengan memicu perpecahan dan kebencian, tetapi sebagai warga Inggris, kami akan terus berupaya mempersatukan warga dan mengalahkan kekerasan,” demikian pernyataan Shafiq.

“Hal yang menyedihkan adalah, setelah aksi teror semacam ini maka umat Muslim yang tak bersalah dan masjid-masjid kami menjadi sasaran kebencian. Kita harus tetap waspada dan tak membiarkan siapa saja memecah kita,” lanjut Shafiq.

“Saya ingin memberikan penghormatan kepada Keith Palmer yang meninggal dunia kemarin saat bertugas mempertahankan demokrasi kita. Doa kami untuk keluarga dan kerabat Palmer,” pungkas Shafiq. []

SatuMedia


Artikel Terkait :

About Saefullah DS

Check Also

Entah Apa yang Merasuki Pria Ini, 2 Bulan Tinggal di Tong Setinggi 25 Meter

Sebelumnya, rekor tersebut dipegang oleh dirinya sendiri pada 1997. Ketika itu, dia tinggal di dalam tong selama 54 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *