tembakan di istana arab saudi
Foto: CNN.com

Saudi Bentuk Lembaga Penjamin Ajaran Rasulullah “Tak Disalahgunakan” Militan

Kerajaan Arab Saudi membentuk lembaga baru yang bertugas memastikan ajaran Nabi Muhammad tidak dipakai untuk sarana justifikasi tindakan kelompok militan.

Lembaga tersebut dibentuk berdasarkan dekrit Raja Salman dan berkedudukan di kota Madinah, beranggotakan pakar-pakar Islam dari seluruh dunia.

Kementerian Informasi Saudi mengatakan hari Rabu (18/10/2017), para pakar ini akan berusaha meminimalkan interpretasi ajaran Islam yang keliru yang dipakai untuk membenarkan tindakan teroris atau kelompok ekstrem.

Lembaga ini akan ‘memberantas teks-teks yang palsu, teks-teks yang bertentangan dengan ajaran Islam … yang dipakai untuk membenarkan kejahatan, pembunuhan, dan tindak terorisme’, kata Kementerian Informasi.

Lembaga baru ini juga akan bertugas ‘menentukan keaslian atau autentisitas hadits berdasarkkan acuan ilmiah’.

Berdasarkan dekrit Raja, lembaga ini nantinya akan dipimpin oleh Sheikh Mohammed bin Hassan al-Sheikh, yang dikenal sebagai anggota Majelis Ulama Senior, organisasi keagamaan tertinggi di Saudi.

Kelompok-kelompok seperti al Qaida dan ISIS banyak menggunakan sabda dan tindakan Nabi Muhammad atau hadis untuk membenarkan atau menguatkan ideologi yang mereka usung. []

BBC


Artikel Terkait :

About Al Mutafa-il

Bangkit, bangun, bergerak dan kembali bersinar

Check Also

Entah Apa yang Merasuki Pria Ini, 2 Bulan Tinggal di Tong Setinggi 25 Meter

Sebelumnya, rekor tersebut dipegang oleh dirinya sendiri pada 1997. Ketika itu, dia tinggal di dalam tong selama 54 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *