Saudi Bentuk Tim Khusus Pemberantas Korupsi

0

Arab Saudi membentuk unit anti-korupsi khusus untuk menyelidiki kasus korupsi di kerajaan.

Tahun lalu, Arab Saudi melakukan pemberantasan korupsi yang memaksa puluhan orang, termasuk pangeran, pengusaha, dan elite politik ditahan.

Seperti dilansir dari Al Jazeera, Ahad (11/3/2018), keputusan tersebut diambil oleh Raja Salman untuk mendorong pemberantasan korupsi dalam segala bentuk.

“Sebagai bagian dari usaha untuk memerangi semua bentuk korupsi dan menjaga keuangan publik,” kata jaksa agung Saud Al Mojeb, lansir Anadolu Agency.

Tujuannya, untuk melindungi negara dan sumber dayanya, menjaga keuangan publik, dan melindungi integritas pekerja publik.

Keputusan diambil setelah kerajaan berhasil membukukan lebih dari 106,7 miliar dollar Amerika Serikat atau Rp 1.469,2 triliun yang diambil dari para tersangka korupsi pada Januari lalu.

Jumlah itu berasal dari berbagai jenis aset, termasuk real estate, entitas komersial, uang tunai, dan sebagainya.

November 2017, Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman meluncurkan sebuah tindakan keras anti-korupsi. Mereka yang ditahan dikenakan tuduhan berbagai kejahatan keuangan, termasuk pencucian uang, penyuapan, dan pemerasan.

Operasi pemberantasan korupsi dan penangkapan sejumlah pangeran serta pebisnis Saudi, dilakukan di tengah serangkaian pemangkasan belanja pemerintah.

Arab Saudi, yang merupakan produsen minyak terbesar di dunia, berupaya untuk mendorong diversifikasi ekonomi menyusul penurunan harga minyak mentah pada 2014. []

Sumber: Kompas

Kamu Sedang Offline