munggahan
munggahan

Sebelum Munggahan Baca Ini Dulu Ya!

INSPIRADATA. Menjelang datangnya Bulan Ramadhan, ada beberapa tradisi masyarakat yang sering sekali dilakukan oleh lapisan masyarakat Islam. Dalam tradisi masyarakat Jawa dan Sunda, momen penyambutan Bulan Ramadhan sering disebut dengan istilah munggahan.

Dalam masyarakat jawa dan Sunda, munggahan ini hampir sama maknanya dengan istilah mudik, yaitu naik (dari kata munggah, unggah). Namun istilah munggahan ini lebih banyak dikenal dan digunakan masyarakat Sunda dari pada masyarakat Jawa.

Secara etimologis Munggahan berasal dari kata unggah yang memiliki arti mancat atau memasuki tempat yang agak tinggi. Kata unggah dalam kamus Basa Sunda berarti kecap pagawean nincak ti han-dap ka nu leuwih luhur, naek ka tempat nu leuwih luhur. Artinya kata kerja beranjak dari bawah ke yang lebih atas, naik ke tempat yang lebih atas.

Adapun munggah dalam menghadapi bulan Ramadhan, artinya unggah kana bulan nu punjul darajatna, naik ke bulan yang tinggi derajatnya. Terdapat suatu makna dimana kita bersiap menyambut kedatangan bulan yang penuh berkah.

Bila dilihat secara filosofis, munggahan merupakan proses menaikkan (meningkatkan) kualitas diri, martabat, dan fitrah insaniyyah seseorang.

Akan tetapi, yang perlu menjadi catatan disini adalah munggahan adalah sebuah tradisi yang lahir dari peradaban manusia, bukan sebuah ritual keagamaan (ibadah) yang tercatat dalam Qur’an dan Hadits Nabi. Banyak sekali orang yang terjebak dan membaurkan antara tradisi dan ibadah. Akibatnya, sering ada anggapan bila tradisi ditinggalkan, maka nilai ibadahnya serasa tidak sempurna. Tidak hanya itu, kebanyakan manusia lebih mengedepankan dan membesarkan konsep tradisinya dari pada kaifiyat ibadahnya.

Bukan meremehkan tradisi yang positif dari masyarakat, namun setidaknya ada beberapa hal yang perlu kita ketahui dan amalkan pada saat menjelang bulan Ramadhan, seperti pada bulan sya’ban sekarang ini. Dalam beberapa riwayat hadits, Rasulullah selalu memperbanyak melakukan shaum sunnat pada bulan Sya’ban. Seperti yang termaktub dalam riwayat Imam Bukhari, bahwa Aisya RA. berkata:

“Saya tidak pernah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyempurnakan puasanya selama satu bulan kecuali Ramadhan, dan saya tidak pernah melihat dia berpuasa melebihi banyaknya puasa di bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari No. 1868)

Dalam riwayat lain disebutkan:
““Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam belum pernah berpuasa dalam satu bulan melebihi puasa pada bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari No. 1869)

Muncul pertanyaan, mengapa Rasulullah sangat sering mengerjakan shaum sunnat pada bulan Sya’ban?

Bila melihat dekatnya dengan bulan Ramadhan, maka tentu saja memperbanyak shaum sunnat pada bulan sya’ban dapat dijadikan sebagai ajang latihan shaum pada bulan Ramadhan nanti. Ibarat kendaraan yang perlu dipanaskan terlebih dahulu agar dapat berjalan lancar, maka shaum sunnat Sya’ban pun seperti itu. Sehingga pas datang bulan Ramadhan kita telah terbiasa menahan lapar dan dahaga, serta dapat mengerjakan aktifitas lain tanpa mengeluh perut keroncongan.

Selain itu, dalam hadits dijelaskan tentang beberapa keutamaan mengerjakan shaum di bulan Sya’ban. Diantaranya:
“Bulan Sya’ban, ada di antara bulan Rajab dan Ramadhan, banyak manusia yang melalaikannya. Saat itu amal manusia diangkat, maka aku suka jika amalku diangkat ketika aku sedang puasa.” (HR. An-Nasai, 1/322 dalam kitab Al-Amali.).

Dengan melihat beberapa catatan di atas, maka sah-sah saja bila kita bermaksud untuk mungggahan selama tidak bertentangan dengan syariat. Namun tentu lebih baik apabila dalam menyambut Bulan Ramadhan ini kita mempersiapkannya dengan memperbanyak melakukan shaum sunnat di Bulan Sya’ban sebagai bahan latihan untuk shaum di Bulan Ramadhan nanti. []

Sumber: Tundukkandunia


Artikel Terkait :

About Nabila Maharani

Check Also

Ka’bah Selalu Dijaga, Mengapa di Akhir Zaman Bisa Dihancurkan?

Bagaimana mungkin Ka’bah bisa dihancurkan sedang Allah telah menjadikan Mekkah sebagai Tanah Suci yang aman?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *