efek negatif smartphone
Foto: liputan6

Sebuah Penemuan Pembaharu bagi Pecandu Ponsel

Nomophobia atau no mobile phone phobia, adalah suatu derita ketika seseorang merasa gelisah saat berpisah dari ponselnya. Namun, ada penemuan menarik soal hal tersebut yang dapat dijadikan referensi.

Rasa gelisah atau nomophobia itu bisa jadi muncul sebagai keinginan untuk mengecek smartphone terus menerus, atau sekedar ‘gatal’ ingin memainkan jemari di layar sentuh.

Seorang desainer asal Wina, Austria, Klemens Schillinger menemukan gadget pengganti ponsel atau yang dia sebut sebagai Substitute Phone. Ini merupakan replika ponsel pintar yang sering kita gunakan setiap hari.

Schillenger menjelaskan, penemuannya ini hanya akan mengganti gerakan fisik dari pecandu smartphone, bukan untuk menggantikan fungsi smartphone itu sendiri.

Ukuran Subtitute Phone disimulasikan dengan ukuran layar sentuh (touchscreen) yang umum dipakai sehari-hari. Bahan ponsel tiruan ini terbuat dari bahan polyoxymethylene (asetal) yang bobotnya juga sama dengan rata-rata smartphone.

Untuk memberikan efek ‘touch’ ala smartphone, Schllinger menyisipkan manik dari batuan alam howlite di celah-celah.

Penempatan manik-manik tersebut disesuaikan dengan gerakan jari di layar sentuh, seperti scrolling (menggulir kebawah), pinch (mencubit), swipe (menggeser layar) dan zooming (memperbesar). Untuk mewakili masing-masing kebiasan itu, Schillinger membuat lima model Substitute Phone.

“Ponsel ini tidak memiliki fungsi digital”, jelas Schillinger, sebagaimana lansir Engadget.

Schillinger menambahkan ketiadaan fungsi digital bisa menolong mereka untuk mengatasi gejala ingin menarik diri dari lingkungan atau asosial. Schillinger seolah ingin merombak gaya hidup milenial menjadi analog.

Sebelumnya, Schillinger juga pernah mendesain lampu meja yang hanya bisa menyala dengan menempatkan smartphone di laci bawaan lampu meja tersebut. []

Kompas


Artikel Terkait :

About Al Mutafa-il

Bangkit, bangun, bergerak dan kembali bersinar

Check Also

Rahasia Televisi, Bisa ‘Membius’ Otak

TV merupakan contoh yang sangat baik sekali bagaimana perangkat ini mempengaruhi pikiran Anda sebagai akibat pengaruh yang ditimbulkannya kepada otak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *