Sebut RI Hanya Tahan 14 Jam jika Konflik Laut Cina Selatan Meletus, Begini Analisis Rocky Gerung

0

Hadir sebagai pembicara dalam forum diskusi bertajuk Gerakan Rasional Indonesia di kota Padang, Sumatra Barat, Senin (9/7/18), pengamat sosial politik Rocky Gerung menyampaikan pernyataan yang mengejutkan.  

Mengutip dari sebuah riset termukhtahir, Rocky menyebutkan bahwa Indonesia diprediksi hanya mampu bertahan tak lebih dari sehari jika konflik di Laut Cina Selatan (LCS) meletus antara Amerika Serikat dan Cina.

BACA JUGA: Tanggapi Isu Radikalisme, Rocky Gerung: Bukan Dosen Radikal yang Bahayakan Kampus, Tapi..

Ketegangan itu akan memuncak menjadi konflik regional menyusul sengitnya perang dagang AS vs Cina. 

Rocky mengklaim, Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu pernah membayangkan ketika benar terjadi perang di Laut Cina Selatan.

Indonesia, disebutnya, hanya mampu bertahan selama satu pekan.

Namun, berdasarkan riset terbaru, Indonesia jauh dari ekspektasi itu.

“Indonesia hanya mampu bertahan 14 jam. NKRI itu selesai dalam 14 jam,” kata Rocky Gerung usai menjadi pembicara diskusi publik di Padang, Senin (9/7/18).

Menurut Rocky, jika kemudian perang super power itu terjadi, radar udara akan dikacaukan sehingga barang impor tidak mungkin masuk ke RI.

Dalam hitungan jam, NKRI akan lumpuh.

“Karena logistiknya akan ditutup oleh armada ketujuh Amerika yang ada di Okinawa, dia turun ke arah Pakistan, yang arah Pakistan naik ke arah Okinawa, dijepit kita disitu, maka seluruh distribusi impor ditutup, selesai kita,” terang Rocky.

Artinya, tambah dia, jika ada ibu-ibu yang hendak melahirkan, oksigen tidak tersedia karena oksigen harus impor.

Antibiotik pun tidak tersedia karena impor. 

Akibatnya, infeksi dengan cepat menjalar ke seluruh tubuh.

“Kenapa begitu? Karena kita tergantung pada impor. Jadi daya tahan kita ini sebenarnya palsu. 14 jam selesai. Embargo senjata, habis kita,” tegas mantan Dosen Filsafat UI ini.

Bagi Rocky, kebesaran negara ini terutama di dalam perang proxy global tidak ada apa apanya, jika dibandingkan dengan kekuatan negara-negara super power yang ada saat ini.

Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya otak serta akal pikiran.

Ia membayangkan dari Kota Padang sampai ke Manokwari lalu dari timur sampai ke Bunaken ada gerakan akal sehat, mengaktifkan ulang akal sehat sebagai perisai utama untuk melindungi bangsa Indonesia, dan selalu berpikir cerdas.

“Kita tidak mungkin mengandalkan keamanan nasional dengan 7 hingga 8 skuadron, tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan kekuatan super power,” ungkapnya.

Politik dunia hari ini, lanjut Rocky, dibuat cemas oleh pertentangan negara-negara super power.

Sayangnya, di dalam pembicaraan politik Tanah Air, tidak ada yang bicara soal tentang geopolitik dan geostrategi.

“Karena sibuk dengan elektabilitas. Padahal ada ketegangan disitu,” kata dia.

BACA JUGA: Cerdas, Tanggapan Rocky Gerung soal BPIP

“Bagaimana mungkin bangsa yang didirikan oleh orang-orang pandai di zamannya, kehilangan intelektualitas, lalu kita ditakuti dengan stabilitas, yang penting NKRI harga mati,” imbuhnya dikutip VIVA. []

Artikel Terkait :

Kamu Sedang Offline