Foto: Ma’an News Agency

Sedang Cari Mainan, Anak Palestina Ini Tiba-tiba Ditangkap Tentara Israel

Foto: Ma’an News Agency

Serdadu Israel menyeret bocah Palestina berusia delapan tahun yang hanya mengenakan kaus kaki. Perlakuan para serdadu itu untuk mengidentifikasi anak-anak yang dituduh melempar batu dan bom Molotov di dekat permukiman ilegal Yahudi. Kejadian itu terekam dalam video yang dipublikasikan Kamis (23/3/17) lalu oleh organisasi hak asasi manusia ‘Israel’, B’Tselem.

Aksi yang dilakukan tentara israel itu terjadi pada 19 Maret sekitar tengah hari di kota Al-Khalil bagian selatan Tepi Barat terjajah. Dari pernyataan B’Tselems melaporkan, bocah tersebut bernama Sufiyan Abu Hitah. “Sufiyan sedang berkeliaran telanjang kaki di luar rumah di Al-Khalil untuk mencari mainannya yang hilang, ketika gerombolan serdadu yang berjumlah 15 orang menangkapnya,” ungkap B’Tselem dalam pernyataan tertulisnya.

Dari video yang berdurasi hampir tiga menit tersebut terlihat para tentara Israel bocah yang masih kelihatan tertekan itu ke daerah al-Harika. Mereka lalu memaksa sang bocah itu menunjukkan anak-anak yang dituduh melemparkan batu dan bom Molotov ke permukiman ilegal Yahudi Kiryat Arba sebelumnya.

Dalam laporan yang lebih detail, B’Tselem mengatakan bahwa Sufiyan baru saja tiba di rumah kakek neneknya ketika menyadari bahwa ia kehilangan mainan yang ia bawa. Meskipun ibunya melarang ia keluar rumah karena tahu bahwa para serdadu sedang berpatroli di area tersebut. Patroli ini memang hampir setiap hari terjadi di Al-Khalil. Sufiyan kemudian menyelinap keluar untuk mencari mainannya.

Beberapa menit kemudian, anak-anak di kawasan itu bergegas ke rumah kakek nenek Sufiyan untuk memberitahu ibundanya, Amani. Anak-anak mengatakan bahwa tentara Israel telah menangkap putranya dan membawanya ke arah sekitar permukiman ilegal Yahudi Kiryat Arba. “Saya melihat lebih dari lima belas serdadu mengelilingi Sufiyan. Dua dari mereka memegang lengannya dan menyeretnya ke arah pintu masuk Kiryat Arba. Beberapa tetangga berkumpul di jalan dan berupaya menyelamatkan Sufiyan dari para serdadu,” kata Amani pada B’Tselem.

Ketika sang ibu meminta para serdadu untuk mengembalikan anaknya, mereka menolak, dan mengatakan, “Jika kau ingin anakmu kembali, yakinkan ia untuk memberitahu kami nama-nama anak-anak yang melempar batu.”

Amani un terus berusaha memberitahu para serdadu itu bahwa ia dan putranya tidak tinggal di daerah itu. Saat ini mereka hanya sedang mengunjungi orangtuanya. Ia pun mengatakan bahwa Sufiyan tidak mengetahui nama anak-anak di daerah itu. Meski begitu, para serdadu Zionis tetap mengabaikan Amani dan terus menyeret anaknya.

“Sufiyan gemetar ketakutan. Saya melihat dia berbicara pada para serdadu dan memberitahu mereka bahwa ia tidak tahu apapun, tapi itu sama sekali tak berguna,” kata Amani, seraya menambahkan bahwa para serdadu Zionis menyeret putranya ke dalam rumah Muhammad al-Nahnush.

“Ketika mereka keluar, sekitar lima menit kemudian, Sufiyan menangis. Mereka tidak menangkap siapapun di rumah itu. Saya tidak tahu apakah mereka memukuli Sufiyan ketika mereka berada di sana, atau apa yang terjadi di dalam. Saya benar-benar takut dan khawatir terhadap Sufiyan. Saya mulai menangis dan mengejar para serdadu ketika mereka pindah dari satu rumah ke rumah yang lain. Saya berusaha meyakinkan mereka agar melepaskan anak saya,” kata Amani. Para serdadu Zionis menyeret bocah malang itu dari satu rumah ke rumah lainnya untuk mengidentifikasi kemungkinan “para tersangka”.

B’Tselem menegaskan bahwa setelah para serdadu menyeret bocah itu ke jalan Jabal Juhar, seorang wanita setempat berupaya menarik bocah itu dari tangan para serdadu. Kemudian, ada lebih banyak wanita berkumpul di sekitar para serdadu. Alhasil, lebih dari sejam setelah insiden berlangsung, mereka berhasil membebaskan Sufiyan dan mengembalikannya pada sang ibunda,” demikian ungkap B’Tselem. []

SatuMedia

 


Artikel Terkait :

About Saefullah DS

Check Also

Entah Apa yang Merasuki Pria Ini, 2 Bulan Tinggal di Tong Setinggi 25 Meter

Sebelumnya, rekor tersebut dipegang oleh dirinya sendiri pada 1997. Ketika itu, dia tinggal di dalam tong selama 54 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *