doa terhindari dari zina
Foto: Dakwatuna

Sekecil Apapun Rezeki yang Diterima, Syukurilah

 

Apakah kamu sudah bersyukur untuk hari ini?

Berterima kasih kepada sang khalik karena masih diberi raga yang sehat. Karena masih bisa makan, masih bisa bernafas, masih bisa bangun pagi dan masih bisa menerima gaji bulanan (buat yang sudah bekerja)?

Besar kecil rezeki yang kamu terima atau dapatkan hari ini, jangan lupa untuk selalu mensyukurinya. Tak perlu banyak-banyak, rezeki yang sedikit tapi sudah mampu mencukupi kebutuhan pokok kamu sehari-hari sudah patut untuk kamu syukuri.

Terkadang kita lupa bahwa setiap orang telah memiliki rezeki masing-masing. Sehingga tak jarang, ketika dirasa rezeki kita tak cukup banyak dari rezeki orang lain kita akan merasa sedih, kecewa bahkan marah.

Coba tanyakan lagi pada diri sendiri, masihkah kita pantas untuk merasa kecewa dan marah dengan rezeki yang telah diberikan Allah SWT untuk kita?

Menyoal Rezeki, Setiap Orang Takarannya Berbeda-Beda

Kecewa dan marah karena rezeki yang didapat tak sebanyak orang lain justru akan membuat kita menjadi pribadi yang mudah emosi. Sebenarnya, tolak ukur rezeki adalah kebermanfaatan dan keterkecukupannya.

Kita harus senantiasa bahagia dan terima kasih ketika rezeki yang kita dapat bisa mencukupi kebutuhan kita. Mulai dari kebutuhan makan, tempat tinggal atau hal pokok lainnya.

Setiap orang telah memiliki takaran rezeki yang sudah ditetapkan oleh Allah. Tugas kita adalah menjemput rezeki tersebut dengan lapang dada, kerja keras dan rasa syukur yang tulus dari hati. Banyak sedikit rezeki yang didapat, jika senantiasa disyukuri, ini bisa membuat kita menjadi pribadi paling bahagia dan tanpa beban.

Sadar atau Tidak, Rezeki Berlimpah Bisa Membuat Kita Lalai

Percayalah, Allah SWT selalu tahu apa yang terbaik buat kita. Rezeki sedikit namun disyukuri dan mampu mencukupi justru akan lebih baik dan berkah jika dibandingkan dengan rezeki banyak namun melalaikan.

Banyak dari kita yang lalai terhadap sesama, terhadap keluarga, terhadap orang-orang yang sangat membutuhkan di luar sana bahkan Allah karena rezeki kita yang terlalu banyak.

Sadar atau tidak, berlimpahnya rezeki bisa mendorong kita kepada situasi yang berbahaya, situasi yang menjadikan malapetaka bagi kita. Berlimpahnya rezeki juga bisa mendorong kita menjadi pribadi yang sombong, tinggi hati dan angkuh.

Kalau suatu saat rezeki yang berlimpah dan hanya sebagai titipan tersebut diambil oleh pemilik sesungguhnya yakni Allah, kita bisa apa? Jangan bangga dulu ketika rezeki kamu sedang berlimpah, jangan tinggi hati apalagi sombong karena rezeki tersebut tidak abadi.

Jangan Lupa Berbagi Agar Rezeki Makin Berkah

Pastikan untuk tidak lupa berbagi, memberi santunan dan bantuan kepada orang-orang di sekitar yang hidup dalam lingkar kemiskinan, kepada mereka yang membutuhkan uluran tangan kita dan kepada mereka yang rezekinya tak seberlimpah kita.

Jangan takut bahwa rezeki kamu akan berkurang karena kebaikanmu dalam berbagi. Bukankah ALlah akan memberi ganjaran atau pahala yang sepadan dengan kebaikan yang kamu lakukan? Allah bahkan telah menjanjikan rezeki yang berlipat ganda pada kamu yang mau berbagi dengan hati tulus, dan ikhlas karena-Nya.

Jadi, banyak atau sedikit rezeki yang kamu dapatkan, pastikan untuk selalu mensyukurinya. Jangan rendah diri bila rezeki tersebut tak sebanyak milik orang lain. Jangan pula tinggi hati jika rezeki tersebut lebih banyak dari milik orang lain. Besar sedikit rezeki, selama itu disyukuri, tentunya itu akan mencukupi segala kebutuhan.

Kalau menuruti nafsu dan gengsi, meski pun rezeki yang sudah sangat banyak, rasanya akan terus kurang. Maka dari itu, selalu syukuri rezeki yang ada agar bisa mencukupi segalanya.
Bersyukurlah dan selalu berdoa kepada Allah SWT atas rezekimu. []

SUMBER: fimela.com


Artikel Terkait :

About Fickry Augustri

Check Also

setan

Kulit Membiru karena Dicubit Setan, Benarkah?

Hal ini disebabkan karna penggumpalan darah akibat pecahnya dinding pembuluh darah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *