Unik, Informatif , Inspiratif

Selain Penghilang Rasa Bosan, Permen Karet Ternyata Baik untuk Otak lho

0 15

Siapa sih yang tidak suka permen karet? Permen yang memiliki rasa manis dan tekstur kenyal ini disukai banyak orang. Apalagi saat merasa bosan, permen karet bisa sedikit membantu menghilangkan kebosanan.

Namun, beberapa orang tua melarang anaknya untuk mengunyah permen karet karena takut jika anak akhirnya menelan permen karet ini.

Sebenarnya, jika orang tua bisa memberitahu anaknya bahwa permen karet tidak boleh ditelan dan segera dibuang jika sudah tak terasa, maka permen karet tidak akan tertelan.

BACA JUGA: Cara Menghilangkan Noda Permen Karet pada Pakaian

Tahukah anda, jika kita sering mengunyah permen karet ternyata bisa memberikan dampak kesehatan bagi tubuh?

Khususnya jika permen karet yang kita kunyah tidak mengandung gula atau memiliki kandungan gula lebih rendah dari 5 kalori.

Pakar kesehatan berkata jika permen karet akan sangat baik bagi kesehatan gigi dan mulut. Hanya saja, kita tidak boleh membayangkan permen karet sebagai pengganti sikat gigi yang baik hanya karena ada permen karet yang mengandung xylitol yang diklaim mampu menjaga kesehatan gigi.

Jika kita mengunyah permen karet setidaknya 20 hingga 30 menit setelah mengkonsumsi makanan, maka produksi air liur pun akan meningkat dan membuat banyak bakteri dibersihkan dari gigi.

Permen karet dengan kandungan xylitol sendiri diyakini mampu menekan pertumbuhan lubang-lubang berukuran kecil pada gigi.

Mengunyah permen karet ternyata juga bisa mengurangi berat badan secara signifikan.

Bagaimana hal ini bisa terjadi?

BACA JUGA: Susah BAB? Kunyah Saja Permen Karet

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa mereka yang rajin mengunyah permen karet akan mengkonsumsi makanan yang cenderung memiliki kalori sedikit saja. Mengunyah permen karet juga dapat memicu pembakaran kalori, tetapi bukan berarti kita harus terus mengunyah permen karet.

Banyak pakar kesehatan yang berkata jika mengunyah permen karet bisa membuat kinerja otak menjadi lebih baik, khususnya untuk area kognitif dan perbaikan daya ingat.

Namun, hal ini masih menjadi perdebatan banyak pihak dan masih membutuhkan penelitian lebih. []

SUMBER: VEMALE

Artikel Terkait :

loading...

Kamu Sedang Offline