SBY mendapat beasiswa
Foto: kompas.com

Selamat! Siswa Bernama SBY Ini Dapat Beasiswa dari Mantan Presiden SBY

Seorang siswa bernama SBY, kelas 7 SMP Negeri 4 Nanga Mahap, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, tampak ingin menangis. Matanya terlihat berkaca-kaca, bibirnya pun sesekali bergetar.

SBY mendapat beasiswa pendidikan dari Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. Ia menerima di hadapan ribuan warga, kader dan simpatisan Partai Demokrat (PD) yang memenuhi Stadion Kridasana Singkawang.

Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Hinca IP Pandjaitan dan Anggota Komisi III DPR RI asal Kalimantan Barat, Erma Suryani Ranik, menyerahkan langsung beasiswa tersebut di sela rangkaian acara pelantikan ketua dan pengukuhan pengurus DPD PD Kalimantan Barat serta HUT PD ke 16. Acara ini diselenggarakan pada Minggu (17/9/2017) siang.

Nama SBY bukanlah singkatan, siswa berusia 14 tahun ini memang memiliki nama dari tiga huruf saja. Sang ayah, Rupinus Lancit dan ibunya, Kristina Sion memberikan nama tersebut bertepatan dengan pelantikan SBY sebagai presiden keenam Indonesia pada tahun 2004.

“Waktu itu dia lahir pas pelantikan Pak SBY sebagai presiden,” kata Lancit yang ditemui setelah penyerahan beasiswa yang ditujukan pada anaknya.

SBY tak pernah sedikit pun merasa malu dengan nama itu, malah ia merasa bangga menyandang nama tersebut.

“Teman-teman di sekolah panggil SBY, guru juga panggil SBY. Ndak ada yang ngolok (ngejek),” ucap SBY dengan logat khas Dayak yang kental.

SBY pun mengaku senang dengan beasiswa yang diterimanya itu. Beasiswa itu akan diberikan pada saat ia nanti melanjutkan pendidikan ke jenjang perkuliahan di perguruan tinggi. Dia juga menerima buku-buku pengetahuan dan ensiklopedi serta sejumlah uang untuk membantu biaya pendidikan saat ini yang dititipkan kepada sang ayah.

Bercita-cita menjadi guru

Anak ke-9 dari-12 bersaudara ini punya cita-cita sebagai seorang guru. Sebuah cita-cita yang tak muluk bagi seorang anak yang berasal dari pedalaman.

“Cita-cita saya sih mau jadi guru, tapi belum tahu tercapai ndak. Semoga tercapai. Saya mau rajin belajar,” ungkap SBY, seperti dilansir kompas.com.

Sementara itu, Erma Suryani Ranik mengungkapkan, cita-cita SBY sebagai guru bukan tanpa alasan. Kondisi kekurangan tenaga pengajar di pedalaman menjadi pemicu keinginan SBY menjadi guru.

“Di saat anak-anak di kota mungkin punya cita-cita jadi pilot, dokter atau lainnya, SBY punya keinginan menjadi guru. Ternyata di tempat dia, banyak anak putus sekolah, karena tidak banyak tersedia tenaga guru di pedalaman,” ungkap Erma Ranik.

Erma Ranik sendiri awalnya tidak percaya ketika mendapat informasi adanya anak bernama SBY ini. Info tersebut awalnya ia dapatkan dari ketua DPC PD Kabupaten Ketapang. Karena saat itu SBY yang berasal dari Kecamatan Aur Kuning, Kabupaten Ketapang, menempuh pendidikan sekolah dasar di kampungnya.

Selesai sekolah dasar, SBY kemudian melanjutkan pendidikan ke SMP Negeri 4 Nanga Mahap di Kabupaten Sekadau, karena memang jaraknya lebih dekat dari kampungnya jika dibandingkan ia harus bersekolah di Kabupaten Ketapang.

Erma Ranik kemudian meminta anggota DPRD Kabupaten Sekadau dari Partai Demokrat untuk melacak keberadaan SBY.

“Saya awalnya tidak percaya namanya SBY. Mungkin saya pikir namanya Susilo Bambang apa gitu ya, tapi ternyata memang namanya benar-benar hanya tiga huruf saja. S,B dan Y,” papar Erma Ranik.

SBY, menurut Erma Ranik merupakan sosok anak yang berani tampil dan prestasi belajar di sekolah pun bagus. SBY juga tidak malu menyandang nama SBY, karena menurutnya biasanya anak-anak tertentu yang diberi nama besar itu malu dan tidak percaya diri.

“Tapi anak ini tidak malu dan berani tampil, prestasi di sekolah juga bagus. Dia membaca teks Pancasila saat upacara 17 Agustus. Begitu mendapat informasi tersebut, saya putuskan untuk mengusulkan memberikan beasiswa,” jelas Erma.

Beasiswa tersebut akan diberikan ketika SBY kelak masuk perguruan tinggi. Karena menurut Erma Ranik, di daerah, biaya untuk SD, SMP dan SMA, tidak terlalu berat.

“Sengaja diberi beasiswa kuliah, karena kalau SD, SMP dan SMA itu tidak terlalu berat, kita masih bisa anggap ringan lah. Tapi kuliah ini yang berat, apalagi SBY punya cita-cita sebagai guru,” kata Erma.

Harapan Erma Ranik ialah kelak beasiswa yang diberikan tersebut dimanfaatkan dengan baik, sehingga cita-cita SBY tercapai dan setidaknya ia dapat lebih baik dari keadaan orangtuanya saat ini. []


Artikel Terkait :

About Fajar Zulfikar

Check Also

dampak buruk bekerja dari rumah

Pekerja Keras Rentan Alami Burnout, Ini Ciri-cirinya

Stres pun biasanya akan datang saat sudah sangat letih bekerja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *