Unik, Informatif , Inspiratif

Semakin Banyak Perempuan Muda Bunuh Diri, Mengapa? (1)

0 68

 

Salah satu indikasi buruknya kesehatan publik, adalah tingginya angka bunuh diri. Kesehatan publik semestinya mendapat perhatian pemerintah.

Sekitar 40 persen angka bunuh diri yang dilakukan perempuan di dunia ini terjadi di India, dan yang melakukannya adalah perempuan muda yang baru saja menikah.

Fakta bunuh diri perempuan di India

Dua dari lima perempuan di dunia yang bunuh diri , berasal dari India. Perempuan di India juga 2,1 kali lebih besar kemungkinan meninggal karena bunuh diri dibandingkan rerata dunia, dan itu meliputi 71 persen dari kematian perempuan di bawah usia 40 tahun di dunia, menurut penelitian yang dimuat jurnal The Lancet.

BACA JUGA: Bangkai Sapi, Picu Kerusuhan di India

Juga disebutkan bahwa bunuh diri adalah penyebab kematian utama di kalangan perempuan berusia antara 15 sampai 29 tahun, dengan kematian perempuan lebih tinggi dibandingkan pria di kelompok umur tersebut.

Menurut penelitian Lancet, sama seperti di banyak negara lain, tingkat bunuh diri keseluruhan di India masihlah pria lebih banyak dibandingkan perempuan.
Angkanya adalah 21,2 persen untuk pria dan 14,7 persen untuk perempuan per 100 ribu penduduk.

Penyebab bunuh diri

Sebuah penelitian telah dapat menyimpulkan beberapa penyebab terjadinya bunuh diri di kalangan wanita muda india. Penelitian itu menyebutkan bahwa, bahwa pernikahan dini dan pernikahan yang dijodohkan, perempuan yang melahirkan muda, status ekonomi rendah dan kekerasan dalam rumah tangga menjadi faktor yang menambah tingginya tingkat bunuh diri tersebut.

Dr Manjula O’Connor, seorang psikiater (dokter jiwa) yang tinggal du Melbourne yang banyak menangani warga keturunan India di Australia. Menjelaskan perbedaan budaya barat dan india. Menurutnya, pernikahan di barat menjadi tempat berlindung bagi wanita. Tapi di India, pernikahan bukanlah tempat berlindung.

BACA JUGA: Anjing di India Tiba-tiba Berubah Warna Biru Diduga Karena Limbah Pabrik

“Ini bertalian dengan faktor patriarki dan juga tingkat tekanan dan tidak adanya kebebasan bagi perempuan dalam situasi pernikahan.” Tambahnya.
Associate Professor Peter Mayer dari University of Adelaide, seorang pakar mengenai bunuh diri di India, menyebut femomena ini sebagai “desperate housewives”.

Wanita India di Australia

Menurut Dr O’Connor, bunuh diri juga menjadi masalahdi kalangan perempuan muda dalam komunitas India di Australia.

Namun statistik tidak tersedia karena Biro Statistik Australia tidak mengeluarkan angka mengenai tingkat bunuh diri berdasarkan etnisitas atau budaya.

Banyak yang bunuh diri itu adalah perempuan muda yang datang dari India ke Australia dengan pernikahan yang dijodohkan, dan tiba dengan ‘mimpi adanya kebebasan’ namun menemukan kemudian suami mereka malah sangat mengatur.’ kata Dr O’Connor.

BACA JUGA: Turis Amerika Tewas Dibunuh Suku Pedalaman India

O’Conor juga menjelaskan bahwa para wanita muda india ini melawan karena permintaan adanya mahar atau penguasaan gaji istri, dan ketika para perempuan ini melawan akibatnya adalah kekerasan dalam rumah tangga.
Persoalan ini diperburuk dengan masalah kesehatan mental dan juga perasaan terisolir.

Kebiasaan mahar adalah hal yang umum dalam budaya di India. Namun ternyata mereka memberlakukan juga budaya tersebut bagi komunitas mereka di luar negeri.

Menurut adat, keluarga perempuan harus memberi uang atau barang kepada suami mereka setelah menikah.

Penyelidikan yang dilakukan Senat Australia mengenai budaya mahar di Australia ini akan dikeluarkan hari Kamis (6/12/2018). []

BERSAMBUNG: SUMBER: ABC AUSTRALIA | DETIK

Artikel Terkait :

loading...

Kamu Sedang Offline