palestina
Foto: EPA/AFP

Senjata Israel yang Digunakan di Jalur Gaza Jadi Sorotan Dunia

Aksi protes warga Palestina di perbatasan jalur Gaza dan Israel menjadi tragedi yang menyita banyak perhatian dunia selama sebulan terakhir ini. Terlebih belakangan diketahui ada keganjilan terhadap senjata yang digunakan oleh tentara Israel terhadap para demonstran.

Hal itu terbukti dari luka yang diderita oleh para korban akibat tembakan peluru senjata Israel sangat tidak biasa.

“Luka yang ditimbulkan sangat tidak biasa. Lukanya sangat lebar dan merusak jaringan tulang,” kata Marie-Elisabeth Ingres, Kepala misi Doctors Without Borders (MSF) di wilayah Palestina.

Amnesty International mencurigai Israel menggunakan jenis peluru yang dapat mengembang di dalam tubuh.

Sesuatu yang dianggap ilegal dalam peperangan internasional.

Hal senada juga disampaikan oleh Direktur Jenderal rumah sakit di Gaza, Abdel Latif el-Hajj.

Ia menduga Israel menggunakan jenis amunisi yang bertujuan merusak target mereka secara permanen.

“Peluru yang mengembang, yang memisah di dalam tubuh. Mematahkan tulang dan pembuluh darah, menyebabkan pecahnya jaringan,” ujarnya

Seorang pemuda Palestina Mohammed al-Mughari juga mengaku mengalami hal demikian.

Ia bercerita bahwa tiga minggu lalu seorang penembak jitu militer Israel telah menembaknya dan meninggalkan lubang besar di kakinya, yang menurutnya cukup untuk memasukkan jari ke dalamnya.

Dia tertembak saat berada di perbatasan Gaza.

 

Kini kaki pemuda berusia 28 tahun itu, harus dibalut dengan perban.

Namun, dia yakin proyektil peluru masih bersarang di kakinya. Dia tahu jika sewaktu-waktu kemungkinan kakinya harus diamputasi.

“Peluru menghancurkan 30 sentimeter tulang di kaki”, katanya ketika ditemui di rumah sakit, dilansir Merdekacom  dari AFP, Sabtu (28/4/18).

Setiap Jumat, selama sebulan terakhir warga Palestina berbondong-bondong melakukan unjuk rasa di perbatasan antara Israel-Palestina.

Selama sebulan aksi protes itu, lebih dari 40 warga Palestina terbunuh dan setidaknya 1.500 orang terluka akibat tembakan Israel.

Pihak militer Israel mengatakan tembakan adalah pilihan terakhir sebagai upaya untuk melindungi tentara dan pagar pembatas.

Korban militer Israel, sebagian besar adalah pemuda Palestina.

Di antara mereka yang tewas ada dua wartawan dan beberapa remaja selama unjuk rasa yang mereka sebut “Great March of Return” itu. []


Artikel Terkait :

About matiar

Check Also

Entah Apa yang Merasuki Pria Ini, 2 Bulan Tinggal di Tong Setinggi 25 Meter

Sebelumnya, rekor tersebut dipegang oleh dirinya sendiri pada 1997. Ketika itu, dia tinggal di dalam tong selama 54 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *