pengaruh media sosial
media sosial (foto: Elmina)

Seorang Netizen Malaysia Ungkap Fakta Miris Remaja Zaman Now Lewat Unggahannya

Kelakuan anak sekolah zaman now kerap membuat kita sedih. Masih sekolah, namun sudah berani pacaran hingga melakukan hubungan intim. Padahal orang dewasa saja harus menikah dengan pasangannya dulu.

Seolah-olah pendidik, guru, kurang memperhatikan akhlak anak-anak didiknya dan mementingkan prestasi siswa belaka.

Seorang pengguna Facebook asal Malaysia bernama Mohd Fadhli, mencoba mengutarakan hal tersebut.

Cuplikan gambar dari video yang viral di media sosial baru-baru ini ia unggah kemudian.

Dilansir dari Dream, Sabtu (25/11/2017), tampak dalam cuplikan gambar video itu, dua pelajar di taman bermain yang tidak diketahui lokasinya melakukan aksi tidak senonoh.

Kasus video porno yang melibatkan pelajar Malaysia ini membuat gerah masyarakat.

Mereka menumpahkan kesalahan kepada para guru yang hanya mementingkan otakketimbang akhlak.

Fadhli kemudian mengomentari peran guru terkait kasus tersebut dengan menulis notes berjudul Surat untuk Guru di akun Facebooknya.

” Awalnya saya tidak percaya dengan video yang pertama. Tapi setelah melihat video kedua, tampak jelas dua pelajar itu melakukan tindakan asusila di taman bermain.

” Saya kira guru-guru mereka sudah memberikan pendidikan yang terbaik. Tetapi sistem telah membuat pendidikan akademik dan akhlak menjadi tidak seimbang,” kata Fadhli.

Fadhli mengatakan bahwa komentarnya yang panjang lebar ini bukan untuk menyalahkan guru. Tapi sistem pendidikan seperti itulah yang selama ini dipakai.

” Akibatnya, kepribadian dan akhlak siswa yang menjadi korban. Apa saja yang terjadi pada anak-anak pasti guru yang disalahkan. Padahal, tanggung jawab ini juga harus dipikul orang tua dan masyarakat,” lanjut Fadhli.

Fadhli kemudian menjelaskan bahwa mendidik anak-anak tentang akhlak memang bukan tugas utama guru. Tapi itu adalah tugas orang tua untuk membentuk kepribadian dan akhlak yang mulia bagi anak-anak mereka.

” Namun guru juga ikut menjadi pendidik akhlak di sekolah. Selain itu, segala aktivitas akademik selalu mendapat prioritas. Kurikulum akademik tetap menjadi bahan perbincangan yang hangat.

” Berbagai pelatihan dan tujuan banyak dibuat. Semua pembahasan di sekolah hanya bertumpu pada akademik, akademik, dan akademik,” tulis Fadhli.

Menurut Fadhli, setiap kali membuat kurikulum pendidikan, bidang akhlak dan kepribadianselalu lepas dari perhatian.

Fadhli juga menyalahkan mudahnya anak-anak pelajar zaman sekarang mendapatkan informasi di tangan. Sehingga wabah pornografi, seks bebas dan zina meraja lela di kalangan remaja.

” Bagi mereka seks adalah sebuah kesenangan. WeChat, Beego, Instagram seolah menjadi pegangan dan hobi. Sangat menyedihkan.

” Jadi, mari kita buka mata. Akademik dan akhlak harus berjalan selaras dan seimbang. Janganlah pisahkan mereka berdua,” katanya.

Tulisan Fadhli di Facebook itu mendapat reaksi beragam dari warganet. Namun lebih banyak warganet yang mengecam Fadhli daripada yang memujinya.

Fadhli dianggap seolah-olah meletakkan kesalahan soal pendidikan sepenuhnya kepada guru.

Namun, Fadhli membantah melalui suratnya yang kedua. Dia mengaku tidak bermaksud menyalahkan guru atas rusaknya akhlak anak-anak sekolah di Malaysia.

Sebaliknya, dia mengatakan bahwa tulisannya ini hanya sekadar saran dan pandangan tentang sistem pendidikan di Malaysia saat ini.

” Pertama, saya memohon maaf kepada rekan-rekan guru atas tulisan pertama saya. Surat untuk Guru ini, jika diamati, hanya sekadar memberi sudut pandang terhadap sistem pendidikan di sekolah.

” Rata-rata sekolah hanya menekankan pada masalah akademik. Sehingga isu seperti video porno yang melibatkan pelajar baru-baru ini dipandang enteng,” tambah Fadhli.

Fadhli mengaku tidak gentar dengan kemarahan masyarakat terhadap dirinya. Dia malah mengajak para guru di Malaysia untuk mencari formula yang bisa digunakan agar orang tua ikut terlibat dalam pendidikan akhlak siswa.

Sebagian warganet menganggap apa yang diunggah oleh Fadhli ini telah membuka matamereka yang terlibat dalam dunia pendidikan di Malaysia.

Tulisan Fadhli diakhiri dengan mengingatkan orang-orang tentang hadis Rasulullah SAW yang berbunyi:

” Dari Abu Dzar radhiallahu anhu, bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘Bila waktunya (Kiamat) akan segera tiba, mendidik anjing lebih baik daripada mendidik anak-anak, tidak menghiraukan yang lebih tua, dan tidak ada belas kasihan terhadap yang lebih kecil, anak-anak banyak yang berbuat zina, pria ‘makan’ wanita di jalanan, mereka seperti kambing berhati serigala’.” (Riwayat Thabrani dan Hakim). []


Artikel Terkait :

About Fajar Zulfikar

Check Also

dampak buruk bekerja dari rumah

Pekerja Keras Rentan Alami Burnout, Ini Ciri-cirinya

Stres pun biasanya akan datang saat sudah sangat letih bekerja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *