Unik, Informatif , Inspiratif

Seragam Pengantin, Oh Seragam Pengantin

0 27

Terus terang bila aku seorang yang pencemas, pekewuhan, malu, gengsi, korban mode, tapi… tapi… tapi tidak kaya raya, tentulah aku akan berpikir berkali-kali untuk melangsungkan sebuah pernikahan. Untungnya aku sudah menikah, tanpa memikirkan ‘seragam’ pernikahan yang akan kita usilin ini. Seragam yang bisa membuat biaya menikah membengkak.

Entah sejak kapan seragam pengantin membudaya. Karena bukan tiba-tiba juga kita menemui budaya seragam ini. Pada seragam itu kita akan menemukan seragam keluarga pengantin pria (PP), keluarga pengantin wanita (PW), keluarga besar bapaknya PP dan PW, teman teman PP dan PW, teman kantor, teman rumah, teman sekolah… mungkin banyaknya nyaris sama dengan WAG (whatsAp grup)

BACA JUGA:Ini Tradisi Buruk yang Sering Ada dalam Resepsi Pernikahan

Jadi di resepsi nanti kamu bisa melihat kelompok-kelompok itu akan berkumpul sesuai dengan bentuk seragamnya. Lalu mereka berfoto ria dengan seragamnya itu.

Memang tidak ada yang salah dengan budaya seragam ini. Hanya kita harus ingat apakah seragam ini menjadi memberatkan bagi calon pengantin. Padahal biaya menikah di luar seragam saja sudah cukup tinggi. Yang membuat tak enak calon pengantin adalah bila ada yang sampai menagih.

Hanya karena tak dapat seragam, jadi merasa tak ‘diakui’ sebagai teman? tentu tidak ya. Sebagai teman seharusnya kita turut bahagia, membantu, meringankan beban calon pengantin.

BACA JUGA: Inilah Biaya Pernikahan Kahiyang Ayu, Putri Presiden Jokowi

Pada budaya Barat, bridesmad dan bestman adalah dayang-dayang dari si pengantin, penabur bunga, atau penerima tamu. Mereka yang membantu mencarikan vendor, dresses, dekorasi, catering, dan lain sebagainya. Bahkan sebagai donatur dengan nominal yang besar.

Jadi seragam itu diberikan sebagai tanda terima kasih itulah si pengantin untuk para sahabatnya yang telah berkontribusi besar untuk hari spesialnya. acara pernikahannya karena merekalah yang memungkin acaranya berjalan dengan lancar.

Jadi sayang sekali kalau pembagian seragam menjadi ‘kebiasaan’ yang (harus) dilakukan oleh si calon pengantin tanpa ada makna berarti. []

SUMBER: HIPWEE

Artikel Terkait :

loading...

Kamu Sedang Offline