Unik, Informatif , Inspiratif

Sering Buang Air Kecil, Kenali Penyebabnya (2-Habis)

0 135

Apakah Anda buang air kecil lebih sering dari biasanya? Jika demikian Anda perlu waspada. Pasalnya, ada beberapa masalah kesehatan yang menyebabkan seringnya buang air kecil.

Sebelumnya, Anda harus memastikan dahulu, apakah memang terlalu banyak minum atau waktu minum Anda mendekati jam tidur sehingga terbangun di malam hari untuk buang air kecil.

Bila tidak demikian, perhatikanlah gejala lain yang mungkin Anda rasakan. Karena ada beberapa kondisi yang menyebabkan seringnya buang air kecil serta gejala lain yang mungkin menyertai. Apa saja? Berikut penjelasannnya:

BACA JUGA: Sering Buang Air Kecil, Kenali Penyebabnya (1)

6. Gangguan prostat

Pembesaran prostat dapat menekan uretra atau saluran kemih dan menutup aliran urine. Hal ini menyebabkan dinding kandung kemih mengalami iritasi. Akibatnya, kandung kemih menjadi mudah berkontraksi bahkan ketika hanya ada sedikit urine, sehingga sering muncul rasa ingin buang air kecil.

7. Mengonsumsi obat-obatan diuretik

Obat-obatan diuretik adalah obat untuk tekanan darah tinggi atau penimbunan cairan di ginjal. Obat ini akan membuang cairan berlebih di dalam tubuh, mengakibatkan keinginan buang air kecil secara terus menerus.

BACA JUGA: Pilih Segelas Air atau Air Kencing?

8. Stroke atau penyakit saraf

Kerusakan pada saraf yang berkaitan dengan fungsi kandung kemih dapat memicu seringnya buang air kecil.

9. Divertikulitis atau peradangan pada dinding usus besar

Gejalanya yaitu rasa nyeri yang berawal dari pusar dan bergerak ke perut bagian bawah, demam, sering buang air kecil yang disertai rasa nyeri saat kencing, dan pendarahan dari dubur.
 
10. Faktor psikologis

Salah satunya adalah kecemasan berlebihan yang berlangsung lama. Misalnya kekhawatiran tentang keuangan, pekerjaan, sekolah, atau keluarga, tapi tidak dapat menjelaskan penyebabnya secara spesifik (gangguan cemas menyeluruh).

Gejala selain sering buang air kecil yaitu jantung berdebar-debar, berkeringat, otot tegang, sulit tidur, mudah terkejut, mudah marah, sulit konsentrasi, gemetaran, mual, diare, sakit punggung, serta sakit kepala.

BACA JUGA: Bahaya Sering Menahan Kencing

Biasanya diperlukan pemeriksaan urine untuk mengetahui apakah ada senyawa abnormal dalam urine. Selain itu, mungkin juga dilakukan tes lainnya seperti tes pencitraan, tes neurologis, serta tes urodinamik.

Tes pencitraan seperti USG bertujuan untuk menampilkan gambar dari dalam tubuh. Tes neurologis bertujuan untuk memeriksa apakah ada gangguan saraf. Sedangkan tes urodinamik berguna untuk memeriksa seberapa baik keadaan kandung kemih, sfingter, dan uretra.

Semoga Informasi ini bermanfaat, Sobat Inspira. []

SUMBER: ALODOKTER

Artikel Terkait :

loading...

Kamu Sedang Offline