sisir
sisir (foto: nationalgeographic)

Serit atau Sisir Kuno Pertama dari Cili

sisir
sisir (foto: nationalgeographic)

INSPIRADATA. Memunguti parasit atau kutu satu per satu amatlah melelahkan, sehingga banyak budaya membuat sisir bergigi halus atau serit untuk mempercepat pekerjaan. Serit kayu, tulang, dan gading, ditemukan di situs kuno di Dunia Lama. Bukti kuat di Amerika, baru ditemukan pada penelitian teranyar di Cili utara.

Penelitian tersebut fokus pada koleksi museum berupa serit dua sisi yang terbuat dari alang-alang. Semua berasal dari kelompok budaya yang berkembang di lembah sungai Gurun Atacama antara sekitar 500 dan 1500 Masehi.

Para pakar sebelumnya menyatakan, serit itu digunakan untuk membuat gaya rambut yang rumit. Selain itu, karena sebagian besar serit ditemukan di makam perempuan, mereka mungkin berfungsi dalam pekerjaan menenun.

Akan tetapi, menilik serit pada 10 kali ukuran normal, menunjukkan fungsi sebenarnya. Sebagian besar serit memperlihatkan jejak kutu rambut dan telurnya. Pada zaman pra-Columbus, sama dengan hari ini, orang tampaknya menolak dibotaki. Padahal, itu cara termudah menyingkirkan kutu.

“Harga diri lebih kuat daripada gatal,” kata kepala peneliti Bernardo Arriaza. “Orang memilih ‘tak nyaman’ daripada botak.” []

Sumber: Nationalgeographic


Artikel Terkait :

About Al Mutafa-il

Bangkit, bangun, bergerak dan kembali bersinar

Check Also

Obbie Mesakh, Raja Pop 80-an

Hampir semua artis yang ia orbitkan berhasil menjual lebih dari 400.000 keping CD.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *