Serukan Ubah Isi Alquan, Sejumlah Tokoh Perancis Targetkan Kaum Muslim

0

Pada tanggal 21 April 2018, sebuah manifesto yang ditandatangani oleh sejumlah tokoh di Perancis mendesak kaum muslim untuk mengubah ayat-ayat tertentu dalam Alquran yang mereka anggap sebagai anti-Semit dan anti-Kristen.

Seruan kontroversial tersebut yang juga dikenal sebagai gerakan “rasis dan xenofobia” ditandatangani oleh sekitar 300 tokoh Perancis, di antaranya aktor Perancis Gerard Depardieu, mantan Presiden Nicolas Sarkozy, mantan Perdana Menteri Manuel Valls, dan lainnya.

Gerakan itu, menurut para ahli, dibuat untuk menargetkan umat Islam sebagai reaksi atas bertambahnya jumlah kaum Muslim yang terus meningkat.

Dilansir mediaumatnews, dalam majalah Atlantic, seorang imam Perancis di Grand Mosque Bordeaux, Tareq Oubrou, mengatakan bahwa interpretasi Alquran oleh mentalitas para penandatangan itu “adalah interpretasi palsu yang dipromosikan oleh orang-orang Perancis yang sangat radikal untuk memerangi kaum muslim dengan cara menghapus teks-teks suci dari konteks sejarah mereka.”

Menurut keyakinan kaum muslim, Alquran secara Ilahiah diturunkan kepada nabi terakhir, Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam, sebagai sebuah kitab yang diyakini sebagai versi terbaru dari kitab-kitab suci sebelumnya.

“Kaum muslimlah yang membawa kemajuan peradaban selama seribu tahun ketika mereka berada di depan pintu gerbang Eropa. Dan bukankah Quran yang diyakini umat Islam?” tanya seorang imam.

Setelah seruan kontroversial yang menyalahkan Islam atas gelombang “Baru anti-Semitisme” tersebut, 30 Ketua Dewan Pengurus Masjid dan tokoh muslim lainnya menerbitkan sebuah seruan di Le Monde yang menyebutkan bahwa Islam sedang “dirampas oleh para penjahat”. Demikian sebagaimana dilaporkan dari Associated Press.

Sebuah lembaga Islam Turki menambahkan, seruan untuk mengubah kitab suci Alquran tersebut adalah kampanye kotor dan provokatif yang menjadikan kaum muslim sebagai target utama. []

Kamu Sedang Offline