Foto: Shutterstock

Setan Bisa Kendalikan Tubuh Manusia?

Foto: Shutterstock

Sudah bukan menjadi rahasia kalau setan itu bertugas menggoda manusia untuk masuk dalam lembah kemaksiatan. Bahkan banyak di antara manusia sendiri tahu tentang hal ini. Setiap saat setan akan selalu mengajak dan merayu manusia untuk mengikuti segala perintah mereka yang buruk.

Setan akan melakukan segala tipu daya yang membuat manusia mengikuti jejaknya. Namun, hanya orang-orang tertentu yang tidak tergoda oleh tipu daya setan ini, yakni orang-orang beriman dan taqwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Lantas, apabila seorang manusia tergoda apakah setan bisa mengendalikan tubuh manusia?

Setan memang bertugas menggoda manusia, namun yang perlu ditanamkan setiap manusia bahwa tipu daya setan itu lemah. Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّ كَيْدَ الشَّيْطَانِ كَانَ ضَعِيفاً

“Sesungguhnya tipu daya setan itu lemah.” (QS. an-Nisa: 76)

Hal ini membuktikan bahwa sekuat apapun upaya setan untuk mengajak manusia berbuat maksiat, tidak mampu mengalahkan semangat dan tekad kaum muslimin untuk menjalankan perintah Allah. Terlebih lagi ketika mereka bertawakkal, yakin bahwa Allah yang menanggung semua kebutuhannya. Sehingga tidak ada yang dia khawatirkan ketika menjalankan hukum Allah. Allah berfirman,

فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآَنَ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ . إِنَّهُ لَيْسَ لَهُ سُلْطَانٌ عَلَى الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

Apabila kamu membaca Al Quran hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk. Sesungguhnya syaitan itu tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Tuhannya. (QS. an-Nahl: 98 – 99).

Ternyata setan sama sekali tidak mampu mengendalikan tubuh manusia. Setan tidak bisa memaksa orang untuk berbuat maksiat, atau mengganggu orang lain. Yang dilakukan setan hanyalah mengajak manusia untuk maksiat, dan mereka mengikutinya. Tidak lebih dari sebatas mengajak.

Sehingga yang terjadi, bukan setan memaksa mereka, tapi mereka tunduk kepada ajakan setan. Sebagaimana yang Allah firmankan,

إِنَّمَا سُلْطَانُهُ عَلَى الَّذِينَ يَتَوَلَّوْنَهُ وَالَّذِينَ هُمْ بِهِ مُشْرِكُونَ

Sesungguhnya kekuasaannya (syaitan) hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya jadi pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah. (QS. an-Nahl: 100)

Karena itulah, ketika Iblis berada di neraka bersama para pengikutnya, dia sama sekali tidak mau disalahkan. Karena dia hanya mengajak, dan kalian – wahai penduduk neraka – mau mengikutinya. Maka salahkan diri kalian sendiri. []

Sumber: Konsultasi Syariah


Artikel Terkait :

About Saefullah DS

Check Also

Ka’bah Selalu Dijaga, Mengapa di Akhir Zaman Bisa Dihancurkan?

Bagaimana mungkin Ka’bah bisa dihancurkan sedang Allah telah menjadikan Mekkah sebagai Tanah Suci yang aman?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *