Unik, Informatif , Inspiratif

Setelah 1400 Tahun, Pohon Saksi Pertemuan Nabi dengan Biarawan Ini Ternyata Masih Ada

0

Pohon sahabi adalah pohon yang menjadi saksi pertemuan Rasulullah dengan Bahira seorang biarawan kristen. Pohon ini telah ditemukan kembali oleh pangeran Ghazi bin Muhammad dan otoritas pemerintah Yordania. Ketika memeriksa arsip negara di royal archives. Mereka menyebutkan bahwa pohon sahabi berada di wilayah padang pasir di utara Yordania.

Setelah 1400 tahun berlalu, pohon ini ditemukan masih dalam keadaan hidup, tumbuh dan kokoh bahkan ditengah ganasnya gurun di Yordania. Bersama beberapa ulama terkenal termasuk Syekh Ahmad Hassoun seorang mufti besar Suriah, Pangeran Ghazi mengadakan pengamatan dan ternyata benar pohon tua itulah yang disebutkan dalam catatan biarawan bahira.

BACA JUGA: Cara untuk Mencintai Nabi Muhammad

At-Tabari menyebutkan saat Rasulullah berusia 12 tahun ia bersama sang paman, Abu Thalib, berdagang ke Syam. Saat melintasi wilayah yang kini padang gurun di Yordania, terdapat sebuah pohon besar yang sangat rindang. Yang merupakan satu-satunya pohon di wilayah itu.

Pohon tersebut menjadi lokasi peristirahatan kafilah dagang yang termasuk di dalamnya Abu Thalib beserta Muhammad bin Abdullah.  Pendeta Bahira yang sebelumnya telah mendapat firasat akan bertemu dengan nabi tiba-tiba melihat rombongan pedagang itu. ia menyaksikan kemuliaan kafilah dagang tersebut di mana mereka selalu dilindungi awan dalam perjalanannya.

Karena itu Bahira pun menjamu mereka. Sedangkan Muhammad bin Abdullah berteduh di pohon tersebut untuk menjaga unta-unta. ketika berteduh cabang-cabang pohon dan ranting menaunginya bahkan segumpal awan turut serta menaunginya. Bahira terkagum melihat keajaiban tersebut. Dari biaranya, Bahira yang sedang menjamu para kafilah dari Hijaz ini bertanya kepada Abu Thalib.

BACA JUGA: Wah, Sunnah Nabi Ini, Diterapkan di Perusahaan Besar Lho

“Apakah anda adalah orang tua anak tersebut?” Abu Thalib menjawab, “Iya saya ayahnya, karena ayah sebenarnya telah meninggal dunia.” Pendeta Bahira kemudian berpesan, “Jagalah anak ini, karena ia akan menjadi Nabi selanjutnya”.

Kini pohon itu dilestarikan oleh pemerintah Yordania dan dipantau secara rutin keberadaanya. []

SUMBER: REPUBLIKA


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Kamu Sedang Offline