Shalat Berjama’ah Berdua, Apa Hukumnya Jika Makmum ada di Sebelah Kiri Imam?

0

Shalat merupakan sebuah kewajiban yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad, oleh karenanya tata caranya wajib menduplikasi Nabi Muhammad dikala beliau Shalat. Mulai dari niat sampai salam terakhir. Namun kita suka temukan berbagai macam fenomena yang terjadi terkait hukum dalam pelaksanaan shalat yang jarang kita ketahui cara benarnya. Seperti shalat berjamaah berdua namun makmum berdiri di sebelah kiri imam, apa hukumnya?

Kondisi pertama: Makmum berdiri di sebelah kiri imam, dan dalam waktu yang sama di sebelah kanan imam tidak ada makmum lain. Maka pada kondisi ini, shalat makmum yang dilakukan di sebelah kiri imam tersebut tidak sah—menurut madzhab hambali.

Kondisi kedua: Makmum berdiri di sebelah kiri imam, dan dalam waktu yang sama ada makmum lain yang berdiri di sebelah kanan imam. Maka pada kondisi ini, shalat makmum yang dilakukan di sebelah kiri imam tersebut adalah sah.

Ibnu Qudamah rahimahullah berkata:

Jika makmum berdiri di sebelah kiri imam. Dalam kondisi ini, jika di sebelah kanan imam ada makmum lain maka shalatnya sah. Karena Ibnu Mas’ud shalat di antara ‘Ilqimah dan al-Aswad. Ketika mereka selesai, ia berkata, “Demikian aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan shalat.” Hadis ini diriwayatkan oleh Abu Dawud. Karena posisi imam berada di tengah shaf ketika mengimami wanita dan anak kecil. Jika tidak ada seorang makmum pun di sebelah kanan imam maka shalat orang yang berdiri di sebelah kirinya adalah shalat yang rusak, baik itu satu orang maupun satu jamaah. Demikian. Dikutip dari “al-Mughni” (2/24). []

 

loading...
loading...
Comments
Loading...