Foto: Ilmfeed

Shalat Tahajud Sebelum Tidur, Bolehkah?

INSPIRADATA. Shalat tahajud identik ditunaikan pada waktu sepertiga malam terakhir atau tengah malam, dan biasanya dilalui dengan tidur terlebih dahulu. Namun bolehkah kita melakukan shalat tahajud sebelum tidur?

Sebagian ulama mengambil dalil tentang tahajud atau shalat malam (qiyamul lail) ini pada beberapa ayat Al Quran dan kebiasaan Rasulullah Saw. Dalam Al Quran seperti yang dijelaskan:

“Dan dirikanlah shalat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.” (QS. Hud : 114)

Dan pada sebahagian malam hari dirikanlah shalat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (QS. Isra: 79)

Bolehkah tahajud dikerjakan sebelum tidur? Maka jawabnya boleh saja, namun namanya bukan tahajud, tapi qiyamul lail.  Dinamakan shalat tahajud itu karena diselingi tidur terlebih dahulu. Rakaat dalam tahajud bisa dilakukan sebanyak 11 rakaat dengan dua cara, pertama dilakukan 4 rakaat  2 kali, diakhiri 3 rakaat, tanpa tahiyatul awal. Kedua bisa dilakukan dengan 2 rakaat salam sebanyak 4 kali dan diakhiri dengan 3 rakaat witir.

Namun, yang sering dilakkukan Nabi merujuk pada hadits Aisyah ra dari  shahih Bukhari,  Rasulullah Saw sering melakukan shalat tahajud dengan 4 rakaat 2 kali dan diakhiri 3 rakaat. Keutamaannya sama saja antara qiyamul lail dan tahajud, bedanya qiyamul lail dilakukan sebelum tidur, kalau tahajud didahului tidur dahulu.

Kalau di bulan Ramadhan yang 11 rakaat itu dinamakan tarawih, maka tidak perlu lagi shalat tahajud. Seshalih-shalihnya Rasul belum ada riwayat yang menjelaskan Rasul mengerjakan tawarih kemudian dilanjutkan shalat tahajud. Wallahu’alam. [ ]

Sumber: Percikan Iman.


Artikel Terkait :

About Dini Koswarini

Check Also

Ka’bah Selalu Dijaga, Mengapa di Akhir Zaman Bisa Dihancurkan?

Bagaimana mungkin Ka’bah bisa dihancurkan sedang Allah telah menjadikan Mekkah sebagai Tanah Suci yang aman?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *