Foto: Risingbd

Sheikh Hasina Jadi PM Bangladesh Ketiga Kalinya

Komisi Pemilihan Umum Bangladesh kembali menetapkan Sheikh Hasina menjadi Perdana Menteri. Setelah dia memimpin negara itu tiga periode.

Namun, pihak oposisi menuding hasil pemilu tersebut sebagai ‘hal konyol’ karena dirusak oleh aksi kekerasan, klaim intimidasi dan kecurangan dalam penghitungan suara. Kubu oposisi hanya memenangkan tujuh kursi dan menuntut pemilihan ulang.

BACA JUGA: Pengungsi Rohingya Tolak Kembali ke Bangladesh dan Myanmar Jika tanpa Jaminan Keamanan

“Kami mendesak komisi pemilihan untuk segera membatalkan hasil konyol ini,” kata pemimpin oposisi Kamal Hossain, lansir BBC pada Senin (31/12/2018).

“Kami menuntut pemilu baru diadakan di bawah pemerintahan netral sedini mungkin,” lanjutnya mendesak.

Komisi pemilihan umum Bangladesh mengatakan bahwa mereka telah mendengar tuduhan kecurangan suara dari seluruh penjuru negeri, dan akan segera menyelidiki.

Liga Awami, pimpinan Sheikh Hasina telah memerintah Bangladesh sejak 2009, tetapi salah satu partai oposisi terkemuka menuduhnya mencurangi kotak suara.

Kejanggalan?

Seorang juru bicara Partai Nasional Bangladesh (BNP) menilai ada kejanggalan di 221 dari 300 kursi yang diperebutkan.

Segera sebelum pemungutan suara dibuka, seorang saksi melihat kotak suara telah terisi penuh di salah TPU di kota pelabuhan Chittagong. Panitia pemilu nasional menolak berkomentar.

Saksi juga melaporkan bahwa hanya agen pemungutan suara partai berkuasa yang hadir di sana, dan beberapa TPU lainnya di kota terbesar kedua di negara itu.

Setidaknya, 47 kandidat dari aliansi oposisi utama mundur sebelum pemungutan suara ditutup, dengan tuduhan kecurangan dan intimidasi suara.

Aktivis, pengamat dan partai oposisi telah memperingatkan bahwa pemungutan suara tidak akan adil, tetapi partai yang memerintah menuduh oposisi menjajakan klaim palsu.

Bangladesh adalah negara terpadat kedua di Asia Selatan, dengan jumlah penduduk sebanyak 160 juta jiwa, yang sebagian besar muslim.

Dalam satu dekade terakhir, negara itu menghadapi berbagai peningkatan masalah, mulai dari dampak perubahan iklim, ekstremisme, kemiskinan endemik, dan korupsi.

BACA JUGA: Pom Bensin Bangladesh Tolak Pemotor Tanpa Helm

Selain itu, terjadi pula peningkatan aksi kekerasan antara pendukung oposisi dan tindakan keras pemerintah, yang menurut para pengamat, cenderung bersikap otoriter dalam sepuluh tahun terakhir.

Pesaing bebuyutan Sheikh Hasina, Khaleda Zia, dijebloskan ke penjara dengan tuduhan korupsi awal tahun ini. Dia juga dilarang maju sebagai kandidat pemilu atas tudingan kasus yang dinilai bermuatan politis.

Dengan absennya Zia, Kamal Hossain, yang sebelumnya adalah pemimpin angkatan laut setempat dan sekutu Hasina, memimpin kelompok oposisi utama, Front Jatiya Oikya, yang mencakup Partai Nasional Bangladesh (BNP).[]

SUMBER: LIPUTAN6


Artikel Terkait :

About Al Mutafa-il

Bangkit, bangun, bergerak dan kembali bersinar

Check Also

Dahsyat, Kentut Pria Ini Bisa Bunuh Nyamuk dari Jarak 6 Meter

radius kentut Joe bisa lebih besar daripada bom atom yang menghancurkan Hiroshima pada 1945.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *