Shirin Gerami, ‘Ironman’ Berhijab

triatlon-hijabINSPIRADATA. Tak sedikit hijabers yang berprestasi di bidang olahraga. Sebut saja Ibtihaj Muhammad. Ia pernah meraih medali perunggu untuk cabang olahraga anggar di Olimpiade 2016. Ada pula Kulsoom Abdullah, atlet angkat besi wanita berhijab pertama di dunia. Ia pernah menjuarai kompetisi tingkat nasional pada 2011.Kini ada Shirin Gerami, atlet triathlon asal Iran yang mengenakan jilbab pertama di ajang Ironman World Champion.

Triathlon merupakan olahraga gabungan dengan melakukan tiga jenis olahraga sekaligus, yaitu bersepeda, berenang dan berlari. Shirin menjadi atlet triathon pertama yang resmi mewakili Iran. Ia pun mampu bertarung sampai finish dalam pertandingan olahraga yang diselenggarakan di Kona, Hawaii itu.

Ia mengambil waktu kurang lebih 13 jam setelah dimulainya pertandingan hingga bisa sampai batas akhir. Dengan cuaca hujan, wanita 26 tahun itu berhasil membawa bendera Iran sampai ke garis akhir. Shirin berhasil berjuang sampai finish sedangkan beberapa peserta lain gugur karena kelelahan.

Pembawa acara, Mike Reilly, menyerukan keberhasilan Shirin saat menginjak garis akhir. “Shirin Gerami, you are an Ironman,” ujar Mike.

Keberhasilannya ini membuat Iran merasa bangga. Ia pun dinobatkan sebagai wanita Iran pertama yang berhasil di Ironman World Champion. Ia menyelesaikan renang sepanjang 2,4 mil, 112 mil naik sepeda, dan lari marathon 26,2 mil. Shirin berada di posisi 1.864 dari 2.207 pria dan wanita yang berhasil sampai finish.

Sebelum berhasil menjadi ‘Ironman’ di kompetisi olahraga dunia tersebut, Shirin pernah mengikuti International Triathlon Union (ITU), London, Inggris. Untuk bisa maju ke kompetisi internasional, Shirin menuturkan melalui proses yang panjang. Ia harus melalui proses sedikitnya empat bulan untuk mendapat izin dari pemerintah Iran.

Shirin sebenarnya kini tinggal di London, Inggris. Pemerintah Iran menyetujui keikutsertaannya di kompetisi dengan syarat. Yaitu harus mengenakan pakaian tertutup dari kepala sampai kaki, hanya wajah dan telapak tangan yang boleh terekspos.

Selain harus menggunakan pakaian yang modest, Shirin juga diwajibkan memiliki tenda ganti busana sendiri ketika mengikuti pertandingan triathlon. Pertandingan di London berhasil dilaluinya dengan baik dan mendapat pujian dari sang presiden, Hassan Rouhani, pada 2013.

“Shirin Gerami, 1st female triathlete to have participated in world championship wearing Iran’s colours #GenderEquality,” ujar Presiden Iran melalui akun Twitter resminya kala itu.

Shirin mengaku ia sebenarnya tidak selalu mengenakan jilbab. Namun ia tidak keberatan untuk memakai jilbab karena menurutnya hijab bukanlah penghalang untuk seorang wanita meraih impiannya.

“Jika pakaian bisa membuka jalan untuk lebih banyak perempuan agar berpartisipasi dalam olahraga maka saya percaya semua orang bisa. Saya yakin dengan keterampilan dan pengetahuan yang dipunya maka pakaian apa pun bisa digunakan untuk menjadi seorang pemenang,” papar Shirin seperti dilansir dari Pop Sugar.[]


Artikel Terkait :

About Susanti

Check Also

Akankan Mou Sukses di Spurs?

Tujuannya jelas: mengarahkan klub kembali ke empat besar dalam jangka pendek dan, selama 18 bulan ke depan, mendapatkan beberapa trofi. Bisakah Mou?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *