foto: militermeter

Sholat Tahajud Jadi Amanat Terakhir dari Korban Pesawat Herkules Ini

foto: militermeter

INSPIRADATA. Minggu (18/12/2016) Keluarga besar TNI AU dikejutkan dengan berita duka jatuhnya pesawat Herkules di Jayawijaya, Papua. Salah satu korban yaitu Pembantu Letnan Satu (Peltu) Suyata meninggalkan pesan yang sangat mendalam kepada istinya sebelum ia wafat dalam kecelakaan pesawat tersebut.

Adik ipar Suyata, Dwi Wardana, menceritakan bahwa mendiang sempat menelepon istrinya pada Minggu (18/12) dini hari, sebelum pesawat dengan nomor penerbangan A-1334 itu lepas landas dari Timika.

Mendiang berpesan agar istrinya segera menunaikan ibadah salat tahajud. “Kakak ipar saya sangat religius, setelah tahajud telpon istrinya di rumah,” ujar Dwi seperti dilansir dari BBC Indonesia.

Salat tahajud itu ternyata yang terakhir bagi mendiang Suyata. Pada Minggu (18/12) pagi, Agus Purwanti, istri mendiang, mendapat kabar melalui pesan pada telepon seluler bahwa pesawat yang ditumpangi suaminya mengalami kecelakaan.

Kala menemui Komandan Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh Malang, Marsekal Pertama Djoko Senoputro yang berkunjung ke rumah duka, Agus Purwanti ¬†mengatakan kepada Komandan Pangkalan Udara tersebut, “Saya ikhlas, saya terima musibah ini. Terserah dimakamkan di mana saja.”

Dwi yang tidak menyangka musibah ini bisa dialami anggota keluarganya pun mengungkapkan hal senada dengan Purwanti, “Kami Insya Allah ikhlas, sudah tahu risiko pekerjaan yang dialami seorang anggota TNI Angkatan Udara.”

Peltu Suyata meninggalkan Purwanti dan tiga anak mereka yang tengah mengenyam pendidikan di perguruan tinggi, SMA dan SD.[]


Artikel Terkait :

About Susanti

Check Also

Rahasia Televisi, Bisa ‘Membius’ Otak

TV merupakan contoh yang sangat baik sekali bagaimana perangkat ini mempengaruhi pikiran Anda sebagai akibat pengaruh yang ditimbulkannya kepada otak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *