Unik, Informatif , Inspiratif

Si Buah Hati Telat Imunisasi, Bagaimana?

0 23

Dokter merancang jadwal pemberian imunisasi pada anak atas dasar efektivitas kerja vaksin dan reaksi kekebalan tubuh anak. Karena itu jadwal imunisasi menjadi penting untuk mencapai hasil yang optimal.

Jika keadaan tidak ideal, seperti anak sakit, maka kita tak bisa memberikan imunisasi. Lalu apakah penundaan jadwal imunisasi akan berdampak buruk bagi sistem kekebalan anak?

BACA JUGA: Ruam Kulit Pascaimunisasi, Normalkah?

Menurut dr. Hanifah Oswari, spesialis anak dari FKUI/RSCM Jakarta, pada dasarnya tidak ada kata terlambat untuk memberikan imunisasi pada anak. Terlambat, dalam arti si anak belum terkena penyakitnya.

Yang perlu diperhitungkan adalah bila jeda atau interval dari pemberian satu vaksin ke vaksin ulangannya cukup jauh, maka kemampuan tubuh untuk mengenali suatu virus atau bakteri menjadi lebih lama. Tujuan membangun kekebalan tubuh bisa saja tidak optimal lagi.

Steve Robinson, penulis dan epidemiolog, membenarkan hal ini dan menambahkan bahwa antibodi yang dimiliki bayi saat lahir memberikan perlindungan alami yang bisa mengganggu kinerja vaksin jika diberikan pada waktu yang salah.

BACA JUGA:Antara Kaum Antivaks dan Warisan Peradaban Islam

Menurut Hanifah, sebenarnya pilek, demam ringan, atau batuk bukanlah kontraindikasi terhadap imunisasi sehingga imunisasi tidak perlu ditunda. “Yang termasuk kontraindikasi adalah adanya gangguan kekebalan tubuh seperti anak yang menderita kanker atau HIV/AIDS,” lanjutnya menjelaskan.

Pasca imunisasi, mungkin si anak akan demam atau rewel. Tapi ibu tak perlu cemas. Gejala ini wajar terjadi karena tubuh merespon vaksin. Yang perlu ibu cemaskan adalah bila anak tak melakukan imunisasi.[]

SUMBER: KOMPAS

Artikel Terkait :

loading...

Kamu Sedang Offline