Foto: The New York Times

Siapa Sebenarnya Syeikh Mansour, Pemilik Manchester City?

Bagi  yang suka sepak bola pasti mengenal klub asal Inggris Manchester City, klub yang sekarang dilatih oleh Joseph Guardiola pelatih asal Spanyol. Klub yang dulunya hanya medioker berubah menjadi klub yang mulai diperhitungkan di Liga Premier Inggris setelah datangnya pemiik baru yaitu Syeikh Mansour bin Zayed Al-Nahyan, konglomerat dari Uni Emirat Arab. Siapa Sebenarnya Syeikh Mansour?

Proses take over Manchester City (Man City) dari tangan Thaksin Shinawatra bulan September tahun 2008 silam oleh Abu Dhabi United Group Investment and Development Limited (ADUG) mencuat bukan karena tuduhan korupsi yang menjerat mantan Perdana Menteri Thailand tersebut. Tapi, lebih pada jumlah kekayaan yang dimiliki oleh ‘orang’ di balik ADUG. Di awal proses take over, nama Dr. Sulaiman al-Fahim disebut-sebut sebagai calon pemilik teranyar The Citizens. Namun, setelah pengambilalihan klub selesai, diketahui owner Man City adalah Syeikh Mansour bin Zayed al-Nahyan. Status multi miliarder Syeikh Mansour langsung meroketkan nama Man City sebagai klub yang memiliki dana terbesar seantero dunia!

Dia diangkat sebagai Ketua Dewan Menteri untuk Pelayanan, yang dianggap sebagai entitas menteri melekat pada Kabinet, yang terdiri dari sejumlah menteri yang memimpin Departemen Layanan. Sejak tahun 2000, ia memimpin Pusat Nasional untuk Dokumentasi dan Penelitian. Pada tahun 2005, ia menjadi wakil ketua Majelis Pendidikan Abu Dhabi (ADEC), ketua Yayasan Abu Dhabi, Otoritas Pangan Abu Dhabi dan Abu Dhabi Development Funds sejak tahun 2005. Pada tahun 2006, dia diangkat sebagai ketua Departemen Kehakiman Abu Dhabi.

Pada tahun 2007, ia diangkat sebagai Ketua Yayasan Amal Khalifa Bin Zayed. Syeikh Mansour menjabat sebagai Presiden Komisaris Bank Teluk Pertama, dan sebagai anggota Dewan Pengawas Yayasan Amal Zayed dan Kemanusiaan. Syeikh Mansour telah membentuk program beasiswa bagi siswa UEA untuk belajar di luar negeri. Ia juga ketua Otoritas Pacuan Kuda Uni emirat Arab (EHRA), menekankan cintanya untuk olahraga.

Keluarga Al-Nahyan memimpin Abu Dhabi sejak 1960-an. Syeikh Mansour menikah dengan Syeikha Manal bin Mohammed bin Rashid al-Maktoum, tak lain adalah putri penguasa Dubai Syeikh Mohammed bin Rashid al-Maktoum. Syeikh Mansour juga tercatat sebagai anggota kabinet UEA, dan terkenal sangat mencintai olahraga. Dia menjabat sebagai presiden klub sepakbola Al-Jazeera serta pacuan kuda, Emirates Horse Racing. Syeikh Mansour, yang juga anggota keluarga Al-Nahyan, pengusaha kota Abu Dhabi, diyakini memiliki kekayaan senilai 20 miliar poundsterling (sekitar Rp 275 triliun). Namanya mencuat setelah membeli klub Manchester City, yang digelontori dana lebih dari 300 juta poundsterling (Rp 4,1 triliun).

Sedangkan total kekayaan keluarga Syeikh Mansour tercatat sekitar 560 miliar pounds (Rp 10 ribu triliun)! Sebagian besar kekayaan tersebut dihasilkan dari perusahaan minyak yang dimiliki oleh keluarga Al-Nahyan sejak tahun 1958. Jika harga minyak naik USD 1 per barrel, maka pundi-pundi uang Syeikh Mansour akan bertambah 500 juta dollar perhari! Dia merupakan direktur utama First Gulf Bank dan presiden International Petroleum Investment Company.

Sumber uang Syeikh Mansour bukan hanya dari sektor minyak saja. Dia juga merupakan pemberi modal dari Hydra Properties yang dimiliki oleh Dr. Sulaiman. Hydra Properties adalah kompleks perumahan elit dengan fasilitas super mewah yang diperuntukkan bagi kalangan jet set dunia. Syeikh Mansour juga menjadi penyokong dana bagi sponsor utama liga Premier Barclay sebesar 3,5 juta pounds. Kucuran dana ini sempat mengundang perdebatan, mengingat Syeikh Mansour merupakan salah satu pemilik klub liga Premier Manchester City. []


Artikel Terkait :

About Saefullah DS

Check Also

Akankan Mou Sukses di Spurs?

Tujuannya jelas: mengarahkan klub kembali ke empat besar dalam jangka pendek dan, selama 18 bulan ke depan, mendapatkan beberapa trofi. Bisakah Mou?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *