Karangan Bunga Ahok
Karangan Bunga Ahok

Sindir Aksi Buruh, Relawan: Bakar Bunga Tidak Bisa Lenyapkan Cinta Kami Pada Ahok

INSPIRADATA. Pada May Day 1 Mei 2017 lalu, para buruh yang tengah melakukan aksi demo sempat membakar sekitar 10 karangan bunga yang dikirim untuk untuk Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok) dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat.

Karangan bunga yang dibakar adalah karangan bunga yang diletakan di sepanjang jalur pejalan kaki di Jalan Medan Merdeka Selatan.

Dilansir oleh Kompas, Rabu (3/5/2017). Ternyata menanggapi aksi buruh tersebut para relawan selain menggelar aksi seribu lilin untuk Ahok, keesokan harinya para relawan pun kembali mengirimkan karangan bunga untuk Ahok.

Beberapa bunga bertuliskan “Bunga bertanya: Apa salahku sampai aku kau bakar?”, “Terima kasih kepada pembakar bunga… karena doa2 kita lebih cepat naiknya”, hingga “Membakar bunga tidak bisa melenyapkan cinta kami kepada Pak Ahok & Pak Djarot”.

Baik Ahok maupun Djarot sama-sama menyayangkan aksi pembakaran karangan bunga tersebut. Sebab, karangan bunga tersebut, bisa dijual kembali oleh Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum ( PPSU) atau Pasukan Oranye.

“Ya sayang aja ( karangan bunga) dibakar ya, padahal itu kan rezekinya Pasukan Oranye,” kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Selasa sore.

Ahok mengatakan, karangan bunga tersebut akan laku jika dijual kembali. Satu karangan bunga kemungkinan bisa dihargai Rp 50.000.

Sementara itu, Djarot mengatakan, tulisan dalam karangan bunga yang diberikan oleh warga itu tidak sedikit pun menyinggung salah satu pihak. Djarot menyebut, harusnya tidak ada alasan pembakaran itu dilakukan.

“Saya bertanya ini maksudnya apa. Salahnya (karangan) bunga itu apa pada mereka? Apakah ucapan-ucapan itu menyakiti hati mereka? Apakah ucapan-ucapan itu mengandung unsur-unsur ujaran kebencian, unsur-unsur SARA, kan tidak ya,” ujar Djarot, Selasa.

Djarot mengaku prihatin dengan aksi yang dilakukan oknum buruh tersebut.

Djarot menilai, harusnya aksi yang dilakukan untuk memperjuangkan nasib buruk itu tidak tercoreng dengan adanya aksi tersebut. []


Artikel Terkait :

About Nabila Maharani

Check Also

Entah Apa yang Merasuki Pria Ini, 2 Bulan Tinggal di Tong Setinggi 25 Meter

Sebelumnya, rekor tersebut dipegang oleh dirinya sendiri pada 1997. Ketika itu, dia tinggal di dalam tong selama 54 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *