Unik, Informatif , Inspiratif

Singgung Cadar dan Azan yang Kalah Merdu dari Kidung, Puisi Sukmawati Dipolisikan

0

Puisi “Ibu Indonesia” yang dibacakan oleh Sukmawati Soekarnoputri di pagelaran busana Anne Avanti, Jakarta akhir pekan lalu, tengah ramai diperbincangkan oleh publik. Pasalnya, dalam puisi tersebut, Sukmawati menyinggung soal syariat Islam, di antaranya berkenaan dengan cadar dan lantunan azan yang disebut kalah merdu dengan kidung.

Sontak puisi yang tersebar di berbagai media sosial dan whatsapp group itu pun langsung menjadi sorotan karena dianggap merendahkan Islam.

Namun soal puisi ini, adik Sukamawati, Guruh Soekarnoputra menjelaskan sebenarnya puisi yang dibacakan oleh kakaknya itu bukanlah bertujuan untuk memantik kontroversi karena isu SARA.

“Ya saya melihat terjadi reaksi-reaksi gitu. Itu kan akhirnya sangat relatif tergantung dari persepsi kita. Ya persepsi orang bermacam-macam,” kata Guruh Soekarnoputra di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/4/18), lansir Kumparan.

“Kalau saya bisa mengerti isinya, maksudnya apa, saya bisa mengerti. Artinya, bukan untuk SARA dan sebagainya. Bukan sesuatu yang bagaimana,” lanjut dia.

Meski begitu, puisi tersebut dinilai banyak orang telah melecehkan syariat Islam.

Akibatnya, Sukmawati harus berurusan dengan Polda Metro Jaya atas laporan yang diajukan oleh pengacara bernama Denny Adrian Kushidayat dan politikus Partai Hanura, Amron Asyhari. 

Laporan Denny bernomor LP/1782/IV/2018/PMJ/Dit.Reskrimum atas dugaan Penistaan Agama Islam sebagaimana diatur dalam Pasal 156 A KUHP dan atau Pasal 16 UU Nomor 40 tahun 2008 tentang penghapusan diskriminasi Ras dan Etnis.

Adapun laporan Amron bernomor LP/1785/IV/2018/PMJ/Dit.Reskrimum dengan dugaan Penistaan Agama Islam sebagaimana diatur dalam Pasal 156 A KUHP. Amron berharap polisi bertindak tegas dan profesional dalam mengusut laporan ini.     

Berikut adalah isi puisi “Ibu Indonesia” yang dibacakan Sukmawati Soekarnoputri di acara 29 Tahun Anne Avantie Berkarya di Indonesia Fashion Week 2018:

Aku tak tahu syariat islam

Yang kutahu sari konde Ibu Indonesia sangatlah indah
Lebih cantik dari cadar dirimu
Gerai tekukan rambutnya suci
Sesuci kain pembungkus ujudmu
Rasa ciptanya sangatlah beraneka
Menyatu dengan kodrat alam sekitar
Jari jemarinya berbau getah hutan
Peluh tersentuh angin laut
 
Lihatlah ibu Indonesia
Saat penglihatanmu semakin asing
Supaya kau dapat mengingat
Kecantikan asli dari bangsamu
Jika kau ingin menjadi cantik, sehat, berbudi dan kreatif
Selamat datang di duniaku
Bumi ibu indonesia
 
Aku tak tahu syariat islam
Yang kutahu suara kidung ibu Indonesia sangatlah elok
Lebih merdu dari alunan azanmu
Gemulai gerak tarimu adalah ibadah
Semurni irama puja kepada ilahi
Nafas doanya berpadu cipta
Helai demi helai benang tertenun
Lelehan demi lelehan damai mengalun
Canting menggores ayat-ayat alam surgawi
 
Pandanglah ibu Indonesia
Saat pandanganmu semakin pudar
Supaya kau dapat mengetahui kemolekan sejati dari bangsamu
Sudah sejak dahulu kala riwayat bangsa beradab ini
Cinta dan hormat kepada ibu Indonesia dan kaumnya. []

 


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.