Unik, Informatif , Inspiratif

Sisi Histori Maulid Nabi (1)

0 42

Tak lepas, Indonesia selalu menjadi bagian dari pihak yang memeriahkan peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW atau Maulid Nabi.

Bukan untuk “menyembah-menyembah”, tradisi-tradisi tak berdasar atau foya-foya. Seyogiayanya, Maulid Nabi ini adalah momen untuk membangkitkan ghirah dan melestarikan semangat Nabi dalam umat Islam.

BACA JUGA: MUI Imbau Umat Rayakan Maulid Nabi dengan Damai dan Harmonis

Kendati telah menjadi semacam tradisi tahunan di Tanah Air, peringatan setiap 12 Rabiul Awwal ini memang masih terjadi silang pendapat tentang kapan sebenarnya Maulid Nabi mulai diperingati umat Islam.

Jika ditelusuri dalam kitab tarikh (sejarah), perayaan Maulid Nabi tidak ditemukan pada masa sahabat, tabiin, hingga tabiit tabiin, dan empat imam mazhab (Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafii, dan Imam Ahmad).

Mereka adalah orang-orang yang sangat mencintai dan mengagungkan Nabi Muhammad SAW. Mereka pula kalangan yang paling bersemangat dan menghayati setiap ajaran-ajaran yang diwariskan olehnya.

Shalahuddin al-Ayyubi

Beberapa kalangan berpendapat bahwa Maulid Nabi pertama kali muncul pada zaman Shalahuddin al-Ayyubi (1193 M). Shalahuddin disebut menganjurkan masyarakatnya saat itu untuk melaksanaan perayaan Maulid Nabi guna membangkitkan semangat jihad kaum Muslim.

Kala itu, Shalahuddin dan umat Islam memang berada dalam fase berperang melawan pasukan atau tentara Salib.

BACA JUGA: Peringatan Maulid Nabi Bid’ah? Ini Penjelasan UAS

Mereka yang menolak bahwa Shalahuddin sebagai pelopor maulid beralasan, tidak ditemukan catatan sejarah yang menerangkan perihal Shalahuddin menjadikan Maulid Nabi sebagai bagian dari perjuangannya dalam Perang Salib. []

SUMBER: REPUBLIKA

Artikel Terkait :

loading...

Kamu Sedang Offline