Situs Kristiani Ini Ternyata Dijaga Dua Keluarga Muslim

situs makamINSPIRADATA. Belakangan ini, berita tentang renovasi situs makam kuni yang diyakini sebagai tempat persemayaman Nabi Isa alias Yesus di Yerusalem, bermunculan di media.

Ada yang menarik dibalik berita tersebut. Mungkin tidak banyak diketahui bahwa situs bernama The Church of The Holy Sepulchre itu ternyata dijaga oleh dua keluarga Muslim.  Julie Nava, seorang penulis Indonesia yang menetap di Amerika, tertarik pada bidang arkeologi. Ia pun menuliskan sebuah informasi menarik terkait hal tersebut yang diperoleh dari Washington Pos dan The Daily Beast.

Berikut ini sejarah bagaimana situs umat kristiani tersebut bisa sampai dijaga oleh dua keluarga muslim:

Tempat yang saat ini menjadi situs sejarah dunia itu adalah salah satu tempat yang jadi rebutan para penguasa di masa lalu. Pertama kali oleh Kaisar Constantine pada abad ke-4, lalu diambil alih oleh Khalifah Umar pada tahun 638 Masehi. Tahun 1009, situs itu dihancurkan oleh penguasa Mesir, yakni khalifah Al-Hakim. Kemudian, direbut lagi oleh tentara Salib, lalu diambil alih oleh sultan Salahudin, dan terakhir kali ditelantarkan oleh penguasa Turki bernama Khawrizmian. Informasi ini  dari Washington Post.

Selanjutnya, tempat itu jadi rebutan antara 6 aliran dalam Kristen sampai terjadi pertikaian. Bahkan sampai sekarang kadang kala ada saja yang baku hantam saat sedang sama-sama menjalankan ibadah. Untuk menengahi hal itu, maka dicarilah pihak yang netral.

Pilihan kemudian jatuh kepada dua orang Muslim, bernama Wajeeh Nuseibeh dan Adeeb Joudeh. Tahun 1192, semua pihak sepakat untuk menjadikan mereka berdua dan keturunannya mengemban misi sebagai Penjaga. Joudeh dan keturunannya sebagai penyimpan kunci. Sedangkan Nuseibeh dan keturunannya sebagai pihak yang membuka pintu dan menguncinya.

Tugas itu terus dilaksanakan hingga kini. Setiap pagi, klan Joudeh pergi ke tempat klan Nuseibeh mengantarkan kunci. Kemudian nanti klan Nuseibeh membuka pintu gerbang situs, dan menguncinya kembali setelah sore. Kunci kemudian diantar lagi ke klan Joudeh.

Kisah ini mungkin mengingatkan kita pada kisah Nabi Muhammad ketika dipilih untuk meletakkan Hajar aswad. Atau, kisah Abdul Muttalib yang menjadi pemegang kunci Ka’bah. Kisah nyata yang menggambarkan toleransi umat beragama.[]


Artikel Terkait :

About Susanti

Check Also

Entah Apa yang Merasuki Pria Ini, 2 Bulan Tinggal di Tong Setinggi 25 Meter

Sebelumnya, rekor tersebut dipegang oleh dirinya sendiri pada 1997. Ketika itu, dia tinggal di dalam tong selama 54 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *