Foto: merdeka.com

Soal Pedofil, Kemendikbud Diminta Buat Buku Pendidikan Seks Anak

Foto: merdeka.com

Ketua Komisi Perlindungan Anak, Seto Mulyadi sangat prihatin dengan maraknya kasus pedifil di tanah air. Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) ini memohon keikutsertaan Kementerian Pendidikan untuk mengeluarkan buku yang berisi prosedur pendidikan seks anak.

“Sturuktur RT harus dilengkapi dengan bagian perlindungan anak, sehingga keamanan anak menjadi perhatian utama,” ujar pria yang akrab disapa Kak Seto, pada Kamis (23/03/2017), seperti dikutip dari Republika.

Pengeluaran buku prosedur pendidikan seks ini dilakukan agar anak dapat mengetahui situasi yang mungkin membahayakan dirinya. Buku panduan tersebut dibuat, karena masih banyak orang tua yang enggan menjelaskan pendidikan seks kepada anak, dan beranggapan pendidikan seks belum cocok untuk diajarkan pada anak di bawah usia 10 tahun.

Ia juga berharap, buku ini dapat diterbitkan langsung oleh pemerintah, didistribusikan ke pejabat di seluruh daerah dan disebarkan ke aparatur setempat seperti RW dan RT.

Peran pemerintah ini dilakukan demi menghindari penyalahgunaan fungsi buku panduan pendidikan seks anak oleh pihak yang tidak bertanggungjawab.

“Pemerintah harus memantau pendistribusian buku, sehingga kasus penyimpangan tidak terjadi lagi,” jelas Kak Seto.

Selain untuk pencegahan, dukungan penyembuhan bagi korban pedofilia juga harus dilakukan. Orang tua, pendidik, juga orang-orang di sekitar korban, harus mampu menciptakan kondisi nyaman dan aman bagi korban.

“Jangan lupakan para korban. Penyembuhan korban dinilai penting untuk kelanjutan hidup anak-anak yang masih panjang. Kalau tidak mendapatkan treatment psikologis dari profesional, salah-salah korban bisa menjadi pelaku,” pungkas Psikolog Anak ini. []

SatuMedia


Artikel Terkait :

About Saefullah DS

Check Also

Entah Apa yang Merasuki Pria Ini, 2 Bulan Tinggal di Tong Setinggi 25 Meter

Sebelumnya, rekor tersebut dipegang oleh dirinya sendiri pada 1997. Ketika itu, dia tinggal di dalam tong selama 54 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *