Unik, Informatif , Inspiratif

Soal Pidato Viktor Laiskodat, PKB: Harus Tabayun Dulu

0

Pidato Viktor Laiskodat, Ketua Fraksi NasDem, menuai kecaman dari banyak pihak. Pasalnya, pidato berisi tudingan terhadap 4 partai politik bahwa mereka pro-khilafah. PKB ingin ada tabayyun atau konfirmasi dahulu soal kebenaran pidato Viktor.

“Ya harus dipelajari kontennya betul. Di PKB itu ada tradisi yang disebut tabayun. Harus diklarifikasi apakah pernyataan sama persis yang disampaikan. Kalau iya, dikembalikan ke partai,” ungkap Sekjen PKB Abdul Kadir Karding di The Acacia Hotel, Jakarta Pusat, Senin (7/8/2017), seperti dilansir detikcom.

PKB ingin tahu secara utuh maksud pernyataan Viktor dalam pidatonya. Jika ada yang melaporkan Viktor ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR lalu Viktor terbukti bersalah, PKB akan objektif dalam bersikap.

“Setelah kita pelajari kalau itu betul kalimatnya memecah, menghasut, kemudian tidak memenuhi standar etika, apalagi disampaikan anggota DPR, kita akan ikut mendorong. Kalau tidak (terbukti), maka tidak. PKB akan objektif, jangan sampai diadu-adu,” sebut Karding.

Karding, menanggapi pidato Viktor, berpesan kepada seluruh kader PKB agar menyampaikan satu pernyataan dengan lebih bijak. Publik pasti akan ingat betul semua tindak tanduk politikus. Menjaga sikap dan etika di tengah masyarakat yang semakin modern saat ini adalah hal penting.

“Saya di mana-mana menyampaikan bahwa politisi harus mulai menyadari bahwa apa yang disampaikan hari ini tidak seperti dulu lagi. Seluruh terekam sampai kiamat di server data Google, itu menjadi track record kita. Jangan sembarang bicara, bicara yang penting, positif saja, jangan suka mengumbar hoax,” ujarnya.

Sedangkan, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar mengatakan, PKB tak mau larut dalam polemik Viktor, karena PKB ingin membuat pemerintahan Presiden Jokowi sukses saja.

“Kita nggak usah ikut-ikut. Kita konsentrasi membuat pemerintah sukses. Pokoknya bekerja,” kata Cak Imin. []


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.