Unik, Informatif , Inspiratif

SOS dari Kebun Sawit Sumateria, Ada Bahaya Apa?

0

Ernest Zacharevic, seorang aktivis sekaligus seniman lingkungan hidup membuat lambang SOS di sebuah lahan perkebunan sawit di Sumatera seluas 20 hektar.

SOS sendiri terdiri dari berbagai arti. Ya, notabene SOS sebagai tanda permintaan tolong. Namun secara khusus di sini adalah untuk melestarikan orangutan, hingga kerjasama Zacharevic dengan Sumatran Orangutan Society (SOS) dalam proyek ini.

Intervensi buatan manusia ini merupakan bagian dari inisiatif Splash and Burn Zacharevic yang terus berlanjut yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran bahwa orangutan terancam punah di wilayah ini.

Hanya sekitar 14.600 orangutan saat ini tinggal di Sumatera.

Bekerja sama dengan Sumatran Orangutan Society (SOS), tanah yang digunakan untuk proyeknya itu dibeli dengan dana yang dikumpulkan melalui kampanye SOSsumatra. Lebih tepatnya, melalui penjualan 14.600 sabun edisi terbatas yang diproduksi oleh sebuah ritel kosmetik, Lush. []

Sumber: provoke-online.com


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.