foto: kompas

Spesial, Tadarus Masjid Baiturrahman Banyuwangi dengan Al Quran Raksasa

INSPIRADATA. Tadarusan di Masjid Baiturrahman kota Banyuwangi dirasa spesial, tak seperti yang lain. Al Quran yang dibaca ukurannya tidak biasa, yakni setinggi 210 cm dan lebar 140 cm.

Al Quran raksasa tersebut digunakan untuk tadarus sejak tahun 2010 lalu.

Seketaris Umum Masjid Baiturrahman Iwan Aziez Siswanto mengatakan, Al Quran tersebut ditulis tangan oleh Drs H Abdul Karim dari Pondok Pesantren Bustanul Makmur Genteng dari Senin, 1 Februari 2010 dan selesai pada Kamis, 26 Agustus 2010.

“Total sekitar 6 bulan pembuatannya dan anggaran yang digunakan menggunakan APBD sekitar 183 juta,” jelas Iwan kepada Kompas.com.

Ia menambahkan, pembuatan Al Quran tersebut menghabiskan 32 dus spidol dan tinta lebih dari 40 dus. Sedangkan kertasnnya didatangkan dari Jepang.

“Kertasnya khusus sehingga tidak mudah robek dan dimakan rayap,” ungkap Iwan.

Jika tidak dibaca, Al Quran raksasa tersebut disimpan rapi di kotak kayu jati berwarna hijau agar tidak rusak.

Selama Ramadhan, ada tujuh orang yang membaca Al Quran tersebut secara bergantian. Pembacaan biasanya dimulai dari pukul 20.00 WIB selepas shalat Tarawih dan selesai sekitar 22.00 WIB.

Dalam satu malam, mereka membaca satu juz Al Quran.

“Al Quran ada 30 juz, jika satu malam satu juz nanti pas akhir Ramadhan sudah khatam,” kata Azis.

Al Quran raksasa tersebut diletakkan di lantai dua Masjid Baiturahman dan dibaca di tempat tersebut. Para jemaah duduk di lantai sekitar Al Quran besar untuk menyimak. Sedangkan pembaca utama duduk di kursi, tepat di depan Al Quran raksasa itu.

Ada dua orang di sebelah kanan dan kiri yang akan membantu untuk membuka lembaran Al Quran agar tidak rusak dan terlipat.

“Banyak orang yang datang ke sini untuk melihat Al Quran raksasa ini. Bahkan ada yang foto untuk kenang-kenangan, termasuk pengantin yang menikah di Masjid Baiturrahman. Pasti foto di depan Al Quran raksasa ini,” pungkasnya. []


Artikel Terkait :

About Al Mutafa-il

Bangkit, bangun, bergerak dan kembali bersinar

Check Also

fungsi pangkal tusuk gigi

Di Balik Populernya Tusuk Gigi di Dunia, Ini Sejarahnya

Sekitar tahun 1870, ia mampu memproduksi jutaan tusuk gigi kayu dalam satu hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *