Unik, Informatif , Inspiratif

Stephen Hawking Khawatir Kecerdasan Buatan Akan Gantikan Manusia

0

Teknologi hari ini sudah semakin canggih. Manusia semakin dimudahkan dengan teknologi yang sudah semakin maju di zaman ini. Namun, dibalik semua kelebihan yang ditawarkan teknologi hari ini, terdapat berbagai macam kekhawatiran, salah satunya ialah dampak negatif penciptaan kecerdasan buatan.

Dikutip dari Kompas.com, Stephen Hawking, fisikawan terkemuka dunia, khawatir manusia akan tergantikan dengan kecerdasan buatan. Ia takut jika suatu hari seseorang akan menciptakan kecerdasan buatan atau Artifficial Intelligence (AI) yang mempunyai kemampuan untuk dapat terus meningkatkan dirinya hingga akhirnya mengungguli manusia sendiri. Hasil ini disebut oleh Hawking akan menjadi “bentuk baru” kehidupan.

“Saya khawatir AI bisa menggantikan manusia seutuhnya,” ujar profesor Lucasian di Universitas Cambridge itu, seperti dikutip dari laman kampus.

Related Posts
1

Instagram Pakai Kecerdasan Buatan untuk Deteksi Bullying

“Jika seseorang dapat merancang virus komputer. Seseorang akan dapat merancang AI yang memperbaiki dan mereplikasi dirinya sendiri. Ini akan menjadi bentuk kehidupan baru yang lebih baik dari manusia.”

Pada awal tahun ini, Hawking, meminta agar teknologi dikendalikan sehingga tidak menghancurkan umat manusia. Dirinya juga mengatakan bahwa manusia perlu menemukan cara untuk mengidentifikasi ancaman potensial dengan cepat, sebelum mereka memiliki kesempatan untuk meningkatkan dan membahayakan peradaban manusia.

Kembali pada 2015, dia juga menyatakan kekhawatiran bahwa AI dapat tumbuh begitu kuat sehingga bisa membunuh manusia secara tidak sengaja. “Risiko sebenarnya dengan AI bukanlah kedengkian tapi kompetensi,” katanya kala itu. “AI yang cerdas akan sangat hebat dalam mencapai tujuannya. Jika tujuan itu tidak sesuai dengan keinginan kita, kita dalam masalah,” ujarnya.

Seorang mantan karyawan Uber, Anthony Levandowski, belum lama ini mendirikan sebuah organisasi keagamaan nirlaba yang menyerukan pembentukan kecerdasan buatan sebagai tuhan. Elon Musk juga prihatin atas AI ini. Menurut Elon Musk, Levandowski seharusnya termasuk dalam daftar orang-orang yang tidak diizinkan untuk mengembangkan superinteligen digital. []


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.