pahala suami sabar
Foto: Google

Suami Tak Sanggup Bayar Utang, Apakah Istri Wajib Ikut Nanggung?

Tak bisa dipungkiri, meski utang seharusnya dihindari, tak jarang pula orang menggunakan jalan ini ketika sedang kepepet. Salah satu penggunaan utang adalah untuk menutup kebutuhan usaha.

Lalu, bagaimana jika suami berutang dan tidak bisa membayar karena usahanya gagal? Apakah istri harus melunasi utang sang tersebut?

Dilansir dari Konsultasi Syariah, menurut pandangan Islam, istri tak wajib menanggung nafkah suaminya. Sebab, harta istri adalah murni milik sang istri.

Dalam QS An-Nisa ayat 4, Allah SWT menegaskan harta istri menjadi milik istri dan tak ada seorang pun yang berhak mengambilnya, kecuali dengan kerelaan istri.

Sementara itu, dalam Fatwa Syabakah Islamiyah, dijelaskan bahwa suami diperbolehkan mengambil harta istri jika disertai dengan kerelaan izin dan keikhlasan itu lebih dari sebatas izin. Hal ini disebabkan oleh ada wanita yang memberikan sebagian hartanya karena ditekan suami.

Jika hartanya berbentuk mahar, suami tak bisa menikmati harta istri, kecuali atas kerelaan hati sang istri. Maka harta lainnya yang murni dimiliki istri, seperti penghasilan istri atau warisan milik istri dari orang tuanya, tentu tidak boleh dinikmati oleh suaminya kecuali atas kerelaan istri juga.

Dengan demikian, istri tidak wajib menanggung utang suami. Karena istri tidak wajib menafkahi suaminya. Allahu A’lam. []

 


Artikel Terkait :

About Yudi

Check Also

Ka’bah Selalu Dijaga, Mengapa di Akhir Zaman Bisa Dihancurkan?

Bagaimana mungkin Ka’bah bisa dihancurkan sedang Allah telah menjadikan Mekkah sebagai Tanah Suci yang aman?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *