, Suka Tiup Makanan karena Panas? Perhatikan Ini!
Unik, Informatif , Inspiratif

Suka Tiup Makanan karena Panas? Perhatikan Ini!

0

Hadis dari Abu Qatadah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :“Apabila kalian minum, janganlah bernafas di dalam gelas, dan ketika buang hajat, janganlah menyentuh kemaluan dengan tangan kanan… “(HR. Bukhari 153).

Makna dari kata bernafas didalam gelas adalah sama dengan meniup minuman. Tentunya hal ini Juga berlaku dalam makanan. Dalam hal ini meniup makanan merupakan hal yang tidak diajarkan oleh Rasulullah SAW.

Hukum Meniup Makanan

Meskipun secara tegas tidak terdapat hadist yang menyatakan larangan meniup makanan, tetapi secara garis besar baik makanan ataupun minuman merupakan kenis yang sama. Yakni yang sama-sama dikonsumsi oleh manusia. Sehingga dalam hal ini, mengenai hadist yang berkaitan dengan minuman maka juga akan berlaku sama untuk makanan dan sebaliknya.

1. Larangan Meniup Makanan

Hadis dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma,Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang bernafas di dalam gelas atau meniup isi gelas. (HR. Ahmad 1907, Turmudzi 1888, dan dishahihkan Syuaib Al-Arnauth).

Hadist diatas secara jelas menerangkan bahwa tidak diperkenankan meniup makanan atau minuman yang masih dalam kondisi panas.

Karena ternyata menunggu makanan menjadi dingin juga membutuhkan kesabaran. Sehingga tentunya larangan meniup makanan ini juga memiliki manfaat lain yakni dapat sekaligus melatih kesabaran.

2. Dapat Mengotori Makanan atau Minuman

Larangan meniup makanan juga didasari oleh kekhawatiran bahwa ketika kita meniup makanan akan menimbulkan kotoran di mulut berpindah ke makanan.

Hal ini sesuai dengan hadist An-Nawawi dimana ia mengatakan,“Larangan bernafas di dalam gelas ketika minum termasuk adab. Karena dikhawatirkan akan mengotori air minum atau ada sesuatu yang jatuh dari mulut atau dari hidung atau semacamnya.“(Syarh Shahih Muslim, 3/160)

3. Menimbulkan Bau yang Bercampur

Selain kotor kekhawatiran lain yang tidak bisa di kesampingkan adalah timbulnya bau.

Hal senada juga disampaikan Ibnul Qoyim dalam hadist berikut : “Meniup minuman bisa menyebabkan air itu terkena bau yang tidak sedap dari mulut orang yang meniup. Sehingga membuat air itu menjijikkan untuk diminum. Terutama ketika terjadi bau mulut. Kesimpulannya, nafas orang yang meniup akan bercampur dengan minuman itu. Karena itulah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menggabungkan larangan bernafas di dalam gelas dengan meniup isi gelas.” (Zadul Ma’ad, 4/215).

4. Lebih Berkah Makanan yang Telah Dingin

Larangan menyantap atau meniup makanan yang masih panas juga disampaikan dalam hadist berikut Dari Asma binti Abu Bakr,“sesunguhnya beliau jika beliau membuat roti tsarid wadahnya beliau ditutupi sampai panasnya hilang kemudian beliau mengatakan, aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya makanan yang sudah tidak panas itu lebih besar berkahnya”. [HR Hakim no 7124].

6. Nikmati Makanan Setelah Dingin

Sebelumnya telah dijelaskan bahwa makanan yang sudah tidak panas memiliki keberkahan didalamnya atau lebih berkah dibandingkan dengan makanan yang masih panas.

Dalam sebuah hadist Albani mengatakan,“Terdapat riwayat yang sahih dari Abu Hurairah, beliau mengatakan “Makanan itu belum boleh dinikmati sehingga asap panasnya hilang”. (Diriwayatkan oleh al Baihaqi)

Nah itulah hukum meniup makanan yang harus anda ketahui.[]


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.