Super Jenius,10 Anak Kecil Ini Sudah Kuliah!

INSPIRADATA. Masa anak-anak erat kaitannya dengan masa bermain. Pada fase ini anak bereksplorasi, bersosialisasi, dan bertumbuh kembang sesuai dengan kebutuhannya. Namun, bagaimana jika terdapat anak-anak yang berproses tidak sesuai dengan usianya?

Sebagian anak-anak memang dipercayakan memiliki talenta yang berbeda dari orang lain. Salah satunya adalah kecerdasan di atas rata-rata. Anak dengan kecerdasan di atas rata-rata akan cepat untuk memahami suatu bidang tertentu dibandingkan dengan anak yang lain. Oleh sebab itulah mereka seringkali tidak melalui proses pendidikan normal seperti yang lainnya.

Ingin tahu siapa saja anak-anak super jenius itu?

1. Colin Carlson
Colin Carlson lulus dari Stanford University Online High School pada usia 11 tahun. Colin kemudian melanjutkan pendidikannya di Uconn, mengambil bidang studi Biologi dengan peminatan natural ecosystems. Kecerdasan Colin sudah terlihat sejak kecil. Saat berusia 2 tahun, Colin sudah bisa membaca.

2. Esther Okade
Sama seperti anak perempuan lainnya, Okade adalah anak-anak biasa. Bermain boneka, bercanda, bahkan berpenampilan layaknya Elsa dalam film animasi Frozen. Namun, banyak yang tak menduga jika Okade adalah seorang mahasiswi.
Okade tercatat sebagai mahasiswi di sebuah universitas di Inggris. Okade mengambil program studi Matematika. Okade sendiri mengungkapkan bahwa ia sangat menyukai pelajaran matematika yang diberikan kampusnya. Teori dan angka-angka yang kompleks dan hal lainnya dalam matematika yang baginya menyenangkan. Saat ditanya mengenai apa cita-citanya, Okade ingin mendirikan sebuah bank pada usia 15 tahun. Okade ingin memiliki perbankan yang sehat yang dapat membantu banyak orang.

3. Sho Yano
Sho Yano adalah anak jenius dengan IQ tertinggi di dunia. Sho Yano tercatat memiliki skor IQ sebesar 200. Sho Yano lebih memilih untuk belajar home schooling sejak kecil. Saat berusia 8 tahun, ia tercatat memiliki skor SAT sebesar 1500 (skor tertinggi SAT 1600). Saat berusia 9 tahun, Sho Yano mengambil kelas kursus di Loyola University Chicago. Sho Yano memiliki minat yang besar terhadap biologi, menulis, kimia, dan matematika.

4. Alia Sabur
Bakat terpendam Sabur sudah terlihat saat ia masih kecil. Pada usia 8 bulan, Sabur sudah dapat mengenal huruf dan belajar membaca. Awalnya Sabur juga bersekolah layaknya anak-anak biasa. Namun akhirnya, guru Sabur menyadari bahwa Alia ‘berbeda’. Guru Sabur pun menyarankan supaya ia mendaftar sebagai mahasiswa.

Saat berusia 10 tahun, Sabur mendaftarkan diri sebagai mahasiswa di Stony Brook University. Sabur mengambil program studi Matematika. Lebih mengejutkannya, Sabur lulus dengan predikat summa cumlaude. Sabur pun hingga kini masih tetap menjadi sosok yang prestatif. Bahkan ia pernah mendapatkan penghargaan dari NASA.

5. Thessalonika Arzu Embry
Pada tahun 2014 lalu, seorang gadis berumur 14 tahun baru saja lulus dari Chicago State University. Gadis tersebut adalah Thessalonika Azru Embry. Hebatnya, Azru Embry sudah mulai kuliah sejak usianya menginjak 11 tahun dengan mengambil program studi Psikologi. Saat kuliah, Azru merupakan mahasiswa berprestasi. IPK nya mencapai angka 3,9.

6. Tanishq Abraham
Tanishq Abraham baru saja menyelesaikan kuliahnya dan dinyatakan lulus pada 2015 lalu. Tanishq Abraham lulus di usia 11 tahun dari American River College di Sacramento, California. Abraham sendiri mengaku bahwa saat menjadi mahasiswa, sebagian teman-temannya mengintimidasinya, namun sebagian yang lain dapat menerima kehadirannya di kelas sebagai teman kuliah yang masih anak-anak. Saat ditanya jika dewasa nanti ingin menjadi apa, Abraham bercita – cita bahwa ia ingin menjadi dokter, peneliti medis, dan Presiden Amerika Serikat.

7. Jeremy Shuler
Jeremy Shuler, bocah 12 tahun ini diterima di Cornell University pada tahun 2016 ini. Kecerdasan Jeremy sudah terlihat sejak ia masih balita. Saat usia 2 tahun, Jeremy sudah membaca buku – buku berbahasa Inggris dan Korea. Saat usia 5 tahun, Jeremy sudah membaca buku ‘The Lord of The Rings’ dan ‘Journey Through Genius: The Great Theorems of Mathematics. Lebih mengejutkannya lagi, aat usia 6 tahun, Jeremy sudah dapat mengerjakan soal – soal calculus.

8. Moshe Kai Cavalin
Anda perlu angkat topi untuk anak yang satu ini. Moshe Kai Cavalin, seorang anak laki-laki berusia 10 tahun, merasakan bangku kuliah di East Los Angeles College di Los Angeles. Tak main-main, Moshe mengambil kelas statistika. Ilmu statistika adalah ilmu yang membutuhkan ketelitian, kekuatan logika, dan kemampuan berhitung yang kuat. Tidak hanya sampai disitu saja, Moshe mendapatkan nilai rata-rata A Plus dimata kuliahnya.

9. Huang Sihan
Jika pada umumnya anak – anak super jenius mengambil kuliah bidang sains, namun tidak untuk gadis cilik ini. Huang Sihan yang saat itu baru duduk di bangku kelas lima sekolah dasar, diterima di Institut Seni Profesional Anhui, Tiongkok.

Huang Sihan juga mengikuti seleksi masuk sama halnya dengan lulusan SMA lainnya. Sihan sendiri mendalami seni pertunjukan khususnya opera. Saat seleksi, Sihan juga masuk dalam sepuluh besar calon mahasiswa terbaik.

10. Cendikiawan Suryaatmadja
Cendikiawan (Diki) beberapa waktu yang lalu menghebohkan lini sosial media atas prestasinya. Bocah berusia 10 tahun ini diterima di Universitas of Waterlo, Ontorio, Kanada. Diki sendiri mengambil bidang studi fisika saat kuliah nanti.

Bocah laki-laki yang lahir pada 1 Juli 2004 ini sejak usia 9 tahun sudah memiliki ketertarikan dengan fisika. Diki juga sering menjuarai kejuaraan sains baik tingkat nasional maupun internasional. Sejak kecil, Diki memiliki tahapan perkembangan yang lebih cepat dibandingkan dengan anak-anak yang lain.

Pada usia enam bulan, Diki sudah bisa berbicara meskipun belum lancar. Pada usia sekitar dua tahun, Diki sudah bisa berhitung dalam operasi penjumlahan dan pengurangan. Saat usia 3 tahun, Diki sudah mulai melakukan aktivitas menulis. Tidak hanya pandai dibidang fisika saja, Diki juga piawai dalam membuat puisi.

Wah, kecil-kecil cabe rawit ya? Meski tubuh kecil tapi kualitas otak keren dan jenius. []

Sumber: www.tentik.com


Artikel Terkait :

About Irah Wati

Check Also

fungsi pangkal tusuk gigi

Di Balik Populernya Tusuk Gigi di Dunia, Ini Sejarahnya

Sekitar tahun 1870, ia mampu memproduksi jutaan tusuk gigi kayu dalam satu hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *