Surat Maryam Ayat 33, Dalil Bolehnya Ucapan Selamat Natal?
Foto: sekspic.com

Surat Maryam Ayat 33, Dalil Bolehnya Ucapan Selamat Natal?

Ada beberapa orang yang mengatakan jika mengucapkan selamat natal itu diperbolehkan, dengan berpatokan pada surat maryam 33, “Dan keselamatan semoga dilimpahkan kepadaku (Isa ‘alaihissalam), pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali.”

Padahal dalam salah satu tafsir dijelaskan, al baghawi, “[Dan keselamatan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan] maksudnya keselamatan dari gangguan setan ketika beliau lahir. [pada hari aku meninggal] maksudnya keselamatan dari syirik ketika beliau wafat. [dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali] yaitu keselamtan dari rasa panik.” (Ma’alimut Tanzil Fi Tafsiril Qur’an, 5/231)

BACA JUGA: Ikut Merayakan Natal karena Takut Dipecat?

Penjelasan paling istimewa pun datang dari Ibnu Katsir tentang ayat ini. Beliau menjelaskan: “Dalam ayat ini dan bisa mati dan beliau jga akan dbangkitkan kelak sebagaimana makhluk yang lain. Namun Allah memberikan keselamatan kepada beliau pada kondisi-kondisi tadi (dihidupkan, dimatikan, dibangkitkan) yang merupakan kondisi-kondisi paling sulit bagi para hamba. Semoga keselamatan senantiasa terlimpah kepada beliau.” (Tafsir Al-Qur’an Al Azhim, 5-230)

Sudah cukup jelas jika tidak ada dari mereka yang memahami ayat ini sebagai dari bolehnya mengucapkan selamat kepada hari raya orang nasrani apalagi memahami bahwa ayat ini dalil disyariatkannya memperingati hari lahir Nabi Isa ‘alaihis salam.

BACA JUGA: Mengucapkan Selamat Natal karena Tidak Enak

Adapun sanggahan yang bisa diucapkan nantinya, bahwa Rasulullah Shalallahu ‘aliahi wasallam yang menerima ayat ini dari Allah tidak pernah memahami bahwa ayat ini memperbolehkan ucapan selamat kepada hari raya orang nasrani apalagi merayakan lahir Nabi Isa. Begitu juga pada sahabat yang belajar langsung dari Rasulullah.

Bahkan, Umar bin Khattab mengatakan, “Juhilah perayaan-perayaan kaum musuh Allah yaitu Yahudi dan Nasrani. Karena kemurkaan Allah turun atas mereka ketika itu, maka aku khawatir kemurkaan tersebut akan menimpa kalian.” (HR. Al–Baihaqi dalam Syu’abul Iman, sanadnya hasan) []

SUMBER: MUSLIM


Artikel Terkait :

About Dini Koswarini

Check Also

Ka’bah Selalu Dijaga, Mengapa di Akhir Zaman Bisa Dihancurkan?

Bagaimana mungkin Ka’bah bisa dihancurkan sedang Allah telah menjadikan Mekkah sebagai Tanah Suci yang aman?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *