Unik, Informatif , Inspiratif

Surat Kabar di Lebanon Protes Pemerintahan dengan Terbitkan Edisi Kosong

0 3

Sebuah surat kabar di Lebanon memutuskan terbit dengan delapan halaman kosong tanpa berita pada Kamis (11/10/2018), sebagai aksi protes terhadap pemerintahan.

Surat kabar An-Nahar, melakukan aksi tersebut sebagai bentuk protes kepada pemerintah yang tak kunjung membentuk pemerintahan baru meski telah digelar pemilihan umum pada lima bulan lalu.

BACA JUGA: The Musalman, Surat Kabar Indah dari Urdu yang Masih Ditulis Tangan

Lebanon telah menggelar pemilihan parlemen pada 6 Mei lalu, pemilihan pertama sejak 2009. Namun, hingga memasuki bulan Oktober, partai-partai politik belum menyepakati pemerintahan baru dan masih berdebat mengenai distribusi jabatan menteri.

“Kami sudah menunggu selama dua tahun sebelum akhirnya rakyat dapat memiliki hak untuk memilih wakil mereka di parlemen,” kata Kepala Eksekutif Ah-Nahar, Nayla Tueni, dilansir AFP.

“Berbulan-bulan kemudian untuk memilih seorang presiden dan kami telah menunggu lima bulan untuk terbentuknya kabinet,” tambahnya dalam konferensi pers yang disiarkan televisi.

Pemerintahan baru dibutuhkan segera untuk dapat menandatangani bantuan senilai 11 miliar dolar yang telah dijanjikan dalam konferensi pada April lalu.

Perselisihan internal

Namun partai-partai politik di negara itu masih berselisih mengenai susunan kabinet baru.

Tueni menyebutkan, edisi kosong itu sebagai ekspresi rasa tanggung jawab moral yang mendalam dari sebuah lembaga pers terhadap bencana yang dialami negara, dalam hal ini bencana politik.

Surat kabar An-Nahar didirikan pada 1933 dan menjadi salah satu surat kabar harian terbesar di Lebanon.

Kelumpuhan politik dan krisis telah terjadi di Lebanon selama sepuluh tahun terakhir. Bahkan selama dua tahun antara 2014-2016 negara itu tidak memiliki presiden.

BACA JUGA: Umar bin Khattab Menangis ketika Membaca Surat Ini

Kondisi tersebut membawa pada krisis ekonomi berkepanjangan dan utang negara menjadi di antara yang tertinggi di dunia.

Perdana Menteri Lebanon, Saad Hariri mengatakan pemerintah diharapkan akan segera terbentuk setelah Presiden Michel Aoun kembali dari perjalanan luar negeri, Jumat (12/10/2018). []

SUMBER: AFP | KOMPAS

Artikel Terkait :

loading...

Kamu Sedang Offline